Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Perpanjangan Penlok Tol Gilimanuk- Mengwi Belum Ada Kejelasan, Warga Berharap Proyek Dihentikan

Juliadi Radar Bali • Selasa, 24 Maret 2026 | 17:47 WIB

Ilustrasi proyek jalan Tol Gilimanuk- Mengwi. Kadis PUPR-KIM pastikan rencana Tol Gilimanuk-Mengwi ulang dari Nol.
Ilustrasi proyek jalan Tol Gilimanuk- Mengwi. Kadis PUPR-KIM pastikan rencana Tol Gilimanuk-Mengwi ulang dari Nol.

Radarbadung.jawapos.com– Rencana pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi yang akan menghubungkan Kabupaten Jembrana hingga Badung masih belum mendapatkan kepastian dari pemerintah.

Masa penetapan lokasi (penlok) lahan untuk badan jalan tol yang habis pada 25 Februari 2025 lalu pun belum diperpanjang, tanpa ada informasi resmi dari pihak berwenang baik Provinsi Bali maupun Pusat.

Ketua Forum Perbekel Desa Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi sekaligus Perbekel Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, I Nyoman Arnawa, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada pemberitahuan langsung terkait kelanjutan proyek tersebut.

“Informasi secara langsung belum ada dari pihak resmi. Kami hanya mendengar melalui media bahwa rencana segmen tol di Jembrana ada yang dicoret, sehingga lahan yang diblokir kini dibuka kembali,” katanya pada Selasa (24/3).

 Baca Juga: Melongok Para Juara Festival Ogoh-ogoh GWK 2026, Diikuti 15 Peserta se- Kuta Selatan, Ogoh-ogoh Ukuran Super Big Size Bualu Borong Juara

Menurut Arnawa, masyarakat di wilayah terdampak sudah mulai lelah dengan kabar yang pasang surut.

Banyak di antara mereka yang berdoa agar proyek tol tidak terlaksana.

“Warga sudah capek dan tak mau ambil pusing lagi. Semua berharap tol tidak jadi saja. Kalau memang tidak akan dibangun, kami juga tidak keberatan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sesuai aturan, bila penlok tidak diperpanjang dan tidak ada kelanjutan pembangunan, pemerintah wajib mengembalikan lahan masyarakat seperti semula.

Namun hingga saat ini, belum ada informasi apapun terkait hal tersebut.

“Begitu logikanya, tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan kabar apapun dari pihak berwenang,” jelasnya.

Sebelumnya, hasil rapat koordinasi di Desa Antosari sekitar satu bulan lalu menyebutkan bahwa bila penlok akhirnya diperpanjang, pembangunan tol akan harus dimulai dari tahapan awal lagi.

Rencana awal proyek yang membentang lebih dari 90 kilometer ini melibatkan lahan di tiga kabupaten yaitu Jembrana, Tabanan, dan Badung.

“Sayangnya hingga saat ini kami belum mengetahui apakah penlok akan diperpanjang atau tidak,” tambahnya.***

Editor : Donny Tabelak
#tabanan #perbekel #Tol Gilimanuk Mengwi #jembrana