Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Koster Minta Wagub Rajin Pakai Mobil Listrik, Jadikan Teladan bagi Masyarakat

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster meminta wakil gubernur menggunakan kendaraan dinas mobil listrik.
Gubernur Bali Wayan Koster meminta wakil gubernur menggunakan kendaraan dinas mobil listrik.

Radarbadung.jawapos.com– Menanggapi potensi kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah, Gubernur Bali Wayan Koster mendorong peralihan kendaraan konvensional ke listrik.

Bahkan, ia menyampaikan sentilan kepada Wakil Gubernur Bali Giri Prasta agar lebih sering menggunakan kendaraan dinas listrik dalam kegiatan kedinasan sebagai contoh bagi masyarakat.
 
Sentilan ini disampaikan Koster dalam acara percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Kamis (26/3). Ia menegaskan bahwa pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali harus menjadi teladan nyata dalam menerapkan kebijakan energi bersih.
 
"Pak Wagub tolong ya, rajin-rajin pakai kendaraan listrik supaya masyarakat lihat. Kita yang mengeluarkan aturan dan kebijakan, maka kita juga harus menjadi contoh dalam menjalankannya," tegas Koster saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran pejabat Pemprov Bali.

Teguran tersebut muncul karena Gubernur dan Wakil Gubernur telah diberikan kendaraan operasional listrik tipe MPV merek Denza buatan BYD. 

Namun, tampaknya Wagub jarang menggunakannya, sementara kendaraan konvensional jenis Alphard masih sering terlihat digunakan dalam aktivitas dinas.
 
Koster menekankan bahwa transisi dari energi fosil ke energi ramah lingkungan harus dimulai dari pimpinan tertinggi.

Terlebih di tengah dinamika geopolitik global yang mengancam pasokan energi, penghematan BBM menjadi sangat penting.
 
"Sekarang ada kebutuhan penghematan BBM karena konflik di Timur Tengah berpotensi mengurangi suplai energi. Kita tidak tahu perkembangan politik dan dinamika di masa depan. Jika penggunaan BBM dibatasi, kendaraan listrik akan lebih menguntungkan karena tidak membutuhkan BBM dan ramah lingkungan," jelasnya.
 
Selain menyentil Wagub, Koster juga menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra untuk segera memikirkan skema peralihan seluruh kendaraan operasional perangkat daerah ke listrik.

Meskipun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bali terbatas, ia mengusulkan beberapa opsi pendanaan seperti pembelian pribadi, skema cicilan, atau pemberian modal dari Perumda agar pengadaan tidak terhambat.
 
"Entah beli sendiri, nyicil, atau dimodalkan oleh Perumda. Tolong pikirin agar semua perangkat daerah provinsi menggunakan kendaraan listrik. Ini sangat baik dan akan memberikan citra positif bagi Pemprov Bali," ucapnya.
 
Saat ini, Bali menempati posisi kedua nasional dalam penggunaan kendaraan listrik setelah Jakarta.

Koster optimis bahwa konsistensi para pejabat dalam menggunakan kendaraan listrik akan membantu mewujudkan visi Bali sebagai Green Island dan menginspirasi masyarakat luas.
 
"Mengenai kendaraan listrik, Jakarta nomor satu dan Bali nomor dua. Kita bersyukur karena penduduk Bali lebih sedikit dibanding Jakarta. Jika para pejabat konsisten, visi Bali sebagai pulau hijau akan terwujud," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #wayan koster #giri prasta #mobil listrik