Radarbadung.jawapos.com- Rencana evaluasi operasional Trans Metro Dewata (TMD) oleh Gubernur Bali Wayan Koster mendapat tanggapan dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali.
Meskipun menyetujui langkah tersebut, pihaknya menekankan evaluasi harus fokus pada peningkatan konektivitas dan bukan menjadi alasan untuk memangkas rute yang sudah ada.
Ketua MTI Wilayah Bali, I Made Rai Ridharta mengatakan, kesuksesan transportasi massal tidak bisa hanya diukur dari sisi finansial semata.
"Yang penting adalah bagaimana layanan ini bisa membantu mobilitas masyarakat luas. Jangan sampai karena sepi penumpang, langsung dipotong rutenya," tegasnya, Rabu (29/3).
Menurut Rai, rendahnya okupansi penumpang disebabkan dua faktor utama.
Pertama, masyarakat masih dalam tahap adaptasi beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Kedua, permasalahan aksesibilitas pada awal dan akhir perjalanan (first and last mile), di mana penumpang seringkali harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi sambungan atau harus berjalan jauh.
Ia juga mengingatkan agar pengambil keputusan mengubah pandangan yang menganggap transportasi umum sebagai "bakar uang".
Menurutnya, manfaat dari transum bersifat tidak langsung, seperti pengurangan kemacetan, penghematan konsumsi BBM secara masif, hingga penurunan tingkat polusi udara.
"Jika dihitung secara cermat, nilai manfaat yang diperoleh jauh lebih besar daripada biaya operasional yang dikeluarkan," ujarnya.
Rai menyarankan pemerintah untuk memberikan insentif berupa jalur khusus agar bus bergerak lebih cepat dibanding kendaraan pribadi.
"Membangun minat masyarakat butuh proses. Kalau sudah dihentikan, akan lebih sulit untuk mengembalikannya nantinya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Kadek Mudarta menyampaikan tren penggunaan bus TMD dan Trans Sarbagita menunjukkan perkembangan positif.
Selama Januari-Februari 2026, total penumpang TMD mencapai 265.551 orang dengan rata-rata harian 4.501 orang.
Sementara Trans Sarbagita mencatatkan 6.996 penumpang dengan rata-rata 121 orang per hari.
"Saat ini TMD beroperasi di enam koridor, sedangkan Trans Sarbagita satu koridor," katanya.
Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna ke-28 DPRD Bali pada tanggal 25 Maret lalu, Gubernur Koster mengungkapkan bahwa total biaya operasional TMD mencapai Rp49,7 miliar.
Dana tersebut berasal dari pembagian anggaran antara Pemprov Bali (Rp14,9 miliar), Pemkab Badung (Rp16 miliar), Pemkot Denpasar (Rp14 miliar), dan Pemkab Gianyar (Rp4,7 miliar).***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung