Radarbadung.jawapos.com– Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan tengah mengkaji penambahan lima trayek baru untuk program angkutan siswa gratis (Trans Siswa) tahun 2026.
Selain perluasan jangkauan layanan, pihaknya juga mempertimbangkan pemasangan Global Positioning System (GPS) pada setiap armada.
Kepala Dishub Tabanan, I Made Murdika, menyampaikan bahwa usulan penambahan trayek berasal dari lima sekolah SMP, yaitu SMPN 3 Marga, SMPN 3 Selemadeg Timur, SMPN 2 Selemadeg, SMPN 2 Kediri, dan SMPN 3 Kediri.
Permohonan tersebut sedang dalam tahap analisis teknis untuk memastikan layanan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.
"Di tahun ini (2026) ada lima permohonan trayek dari beberapa sekolah. Kami sedang kaji secara mendalam semua aspeknya," ujar Murdika Minggu (29/3).
Penambahan trayek baru berpotensi meningkatkan jumlah armada yang dibutuhkan.
Pada tahun 2025, sebanyak 242 armada dikerahkan untuk program ini, dan jumlahnya kemungkinan akan bertambah jika kelima usulan tersebut diakomodasi.
Selain perluasan jangkauan, penggunaan GPS menjadi salah satu fokus pembaharuan.
Teknologi ini dipandang penting untuk mengawasi ketepatan waktu operasional, memastikan ketersediaan layanan, serta mengukur jarak tempuh riil armada untuk keperluan transparansi klaim biaya.
"Sekarang sedang dipikirkan untuk menggunakan GPS. Belum pasti apakah akan dibeli atau disewa, dan kapan bisa direalisasikan tahun ini," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tabanan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 10 miliar melalui APBD untuk mendukung program ini.
Target operasional layanan dengan kemungkinan trayek baru dan fitur GPS diharapkan dapat berjalan pada bulan April atau Mei mendatang, setelah seluruh kajian dan evaluasi rampung.
"Jumlah armada akhir akan diputuskan setelah kajian selesai. Mudah-mudahan bisa beroperasi pada kuartal kedua tahun ini," imbuh Murdika.***
Sumber : Radar Badung