Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Siap Amankan IBTK 2026, 545 Personel Dikerahkan, Tarif Ojek hingga Pedagang Diatur

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 3 April 2026 | 12:37 WIB
Rapat persiapan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster di Wyata Graha Besakih, Selasa lalu. (Foto Istimewa)
Rapat persiapan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster di Wyata Graha Besakih, Selasa lalu. (Foto Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Pemerintah Provinsi Bali menjamin keamanan pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di kawasan Pura Agung Besakih.

Sebanyak 545 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan selama 24 jam, lengkap dengan dukungan teknologi digital dan penataan ketat mulai dari tarif ojek hingga pedagang.

Hal ini dipastikan dalam rapat persiapan akhir yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster di Wyata Graha Besakih, Selasa (31/3/2026).

“Pengamanan harus maksimal. Jangan sampai ada gangguan sekecil apapun,” tegas Koster.

Personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, Pecalang, panitia, dan instansi terkait.

Pengamanan dilakukan dengan sistem terbuka, tertutup, serta penempatan personel di titik-titik rawan.

Tim pengurai juga disiapkan untuk mengatasi kemacetan secara cepat. 

Beberapa potensi kerawanan yang diantisipasi antara lain masalah tarif ojek yang tidak wajar, pencurian atau kehilangan barang, gangguan terhadap sarana upacara, hingga kepadatan massa di titik tertentu.

Untuk memperkuat pengawasan, dipasang lebih dari 144 titik CCTV yang terhubung ke command center untuk pemantauan real-time di seluruh kawasan.

Informasi juga disebarkan melalui sistem audio yang terintegrasi dengan ORARI dan jaringan komunikasi lainnya.

“Dengan teknologi, kita bisa respon cepat. Informasi juga disebarkan melalui sistem audio yang terintegrasi. Semua harus terpantau,” ujarnya.

Selain keamanan, posko layanan publik dan penanganan kehilangan juga disiapkan untuk membantu masyarakat yang tersesat atau kehilangan barang.

“Selama ini, sistem tersebut terbukti efektif dalam mengembalikan barang milik masyarakat,” terangnya.

Aspek perdagangan juga menjadi perhatian khusus.

Pedagang wajib berada di zona yang telah ditentukan dan dilarang berjualan di jalur utama.

Kebersihan dan kelayakan makanan juga diawasi ketat.

“Kalau melanggar, kita tindak. Ini untuk keamanan dan kenyamanan semua,” tegas Koster.

Dengan dukungan personel yang besar, sistem digital canggih, dan penguatan komunikasi, pelaksanaan IBTK 2026 diharapkan berjalan lancar, aman, dan tertib.

“Ini tanggung jawab bersama. Semua harus bergerak menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkas Gubernur Koster.***

 

Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #wayan koster #pedagang #ojek