Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Kisah Heroik Agus Suarsa, Berhasil Selamatkan Teman, Nyawanya Melayang Dihantam Ombak

Donny Tabelak • Selasa, 7 April 2026 | 16:35 WIB
Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah Agus Suarsa Dharma yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Saba, Gianyar, Senin (6/4) malam, setelah dinyatakan hilang selama dua hari. (Istimewa)
Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah Agus Suarsa Dharma yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Saba, Gianyar, Senin (6/4) malam, setelah dinyatakan hilang selama dua hari. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Duka mendalam menyelimuti keluarga Agus Suarsa Dharma, 27, warga Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati. Niat tulusnya hendak menolong teman yang terseret ombak justru berakhir tragis.

Setelah dinyatakan hilang selama dua hari, jasad Agus akhirnya ditemukan terdampar di pesisir Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar pada Senin (6/4) malam sekitar pukul 20.10 WITA.
 
Peristiwa nahas ini bermula saat Agus bersama dua rekannya, yakni Kadek Raditya, 18, dan seorang lainnya, sedang melakukan kegiatan ritual Banyu Pinaruh di Pantai Purnama, Sukawati, pada Minggu (5/4) pagi.

Saat sedang asyik beraktivitas di air, tiba-tiba ombak besar menghantam dan menyeret Raditya ke tengah laut.
 
Melihat temannya terancam bahaya, Agus yang berada di lokasi tersebut tanpa ragu langsung bergegas memberikan pertolongan.

Berkat usaha kerasnya, Raditya berhasil diselamatkan dan ditarik ke tempat yang aman.

Namun nahas, di saat yang bersamaan gelombang besar kembali datang dengan kekuatan yang lebih dahsyat.

Kali ini, arus kuat justru menyeret Agus hingga hanyut dan tenggelam di tengah lautan.
 
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Wayan Juni Antara, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 08.00 WITA.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur pun segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian.
 
"Korban sempat berhasil menyelamatkan rekannya. Namun setelah itu, gelombang besar kembali datang dan menarik korban hingga tenggelam," ungkapnya.
 
Dalam proses pencarian, tim gabungan menerapkan dua metode sekaligus, yakni penyisiran dari sisi laut dan darat.

Pencarian di laut dilakukan menggunakan perahu karet dengan jangkauan hingga 1,5 mil laut dari titik kejadian.

Sementara itu, tim darat melakukan penyisiran menyusuri garis pantai ke arah timur dan barat.

Meski sempat terkendala kondisi gelombang yang cukup tinggi, operasi pencarian tetap berjalan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan petugas.
 
Setelah upaya maksimal dilakukan selama dua hari, jasad korban akhirnya ditemukan oleh pihak keluarga yang melakukan pencarian mandiri.

I Komang Jaya Kesuma, salah satu keluarga korban, menceritakan bahwa saat menyusuri bibir Pantai Saba, ia melihat sesosok tubuh tergeletak di pinggir pantai.

Setelah diperiksa, dipastikan bahwa tubuh tersebut adalah Agus Suarsa Dharma yang sejak kemarin dinyatakan hilang.
 
"Setelah dicek, korban dipastikan Agus Suarsa. Temuan itu langsung kami laporkan kepada keluarga dan tim SAR," ujarnya.
 
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kabupaten Gianyar menuju RSUD Sanjiwani.

Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 20.54 WITA dan dikawal ketat oleh petugas di lapangan.
 
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di pesisir pantai, terutama di tengah kondisi cuaca dan gelombang yang tidak menentu.

Apalagi kegiatan keagamaan seperti Banyu Pinaruh memiliki risiko tinggi apabila tidak disertai pengetahuan akan kondisi alam.
 
Meski nyawanya tak tertolong, aksi kepahlawanan Agus Suarsa Dharma yang rela berkorban demi menyelamatkan nyawa orang lain meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bukti nyata nilai kemanusiaan yang patut dikenang.***

Editor : Donny Tabelak
#tenggelam #pantai saba #sukawati #terseret arus