Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Kasus DBD di Tabanan, Diskes Tabanan Ingatkan Warga Waspadai Potensi Lonjakan Saat Musim Pancaroba

Juliadi Radar Bali • Selasa, 14 April 2026 | 06:40 WIB
Pelaksanaan kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) Mingguan Diskes Tabanan, yang melakukan pemeriksaan jentik Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Tabanan. (Foto Juliadi)
Pelaksanaan kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) Mingguan Diskes Tabanan, yang melakukan pemeriksaan jentik Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Tabanan. (Foto Juliadi)
 
Radarbadung.jawapos.com– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan menunjukkan tren yang menggembirakan dengan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, sepanjang tahun 2026 tercatat hanya 44 kasus DBD yang tersebar di seluruh kecamatan.
 
Kecamatan Kerambitan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 9 kasus, diikuti Selemadeg dengan 7 kasus, serta Tabanan dan Kediri masing-masing 6 kasus.
 
Jika dibandingkan dua tahun terakhir, angka kasus DBD di Tabanan memang cenderung fluktuatif, dengan puncak tertinggi mencapai 1.569 kasus pada tahun 2024, dan menurun menjadi 664 kasus pada tahun 2025.
 
Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
 
Musim pancaroba, peralihan dari musim hujan ke kemarau, menjadi momen rawan peningkatan kasus DBD.
 
“Tren kasus memang menurun, tapi potensi penularan DBD tetap ada, terutama di musim pancaroba. Pencegahan yang konsisten dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan,” ujar dr. Surya, Senin (13/4).
 
DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di tempat penampungan air bersih di sekitar rumah.
 
Penyakit ini dapat menyerang semua usia dan berisiko menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
 
Untuk mencegah penyebaran DBD, dr. Surya menekankan pentingnya gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta tindakan tambahan lain seperti penggunaan obat nyamuk dan kelambu.
 
Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk rutin melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) mingguan.
 
Warga juga dapat meminta bantuan juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik) dari Diskes Tabanan untuk memeriksa keberadaan jentik minimal sekali dalam seminggu.
 
“Keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas dr. Surya.***
Editor : Donny Tabelak
#dbd #demam berdarah #diskes tabanan