Radarbadung.jawapos.com– Hujan yang masih mengguyur wilayah pegunungan memicu sejumlah bencana di Kabupaten Tabanan.
Di Kecamatan Pupuan, tembok senderan jebol dan menimpa bangunan rumah warga, sementara di Kecamatan Marga, tebing longsor mengancam putusnya jembatan penghubung antar desa.
Musibah longsor terjadi di Banjar Belimbing Anyar, Desa Belimbing, Pupuan, Rabu lalu (15/4) sore sekitar pukul 17.00 WITA.
Tembok penahan tanah milik I Gusti Putu Suaryasa jebol akibat tergerus air hujan, lalu menimpa rumah tinggal dan dapur semi permanen milik I Ketut Sudiartayana.
Akibat kejadian ini, bangunan dapur mengalami kerusakan parah hingga roboh.
Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 105 juta, dengan rincian Rp 35 juta untuk tembok dan Rp 70 juta untuk kerusakan rumah serta dapur.
"Tembok senderan rumah yang jebol terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Dengan akibat tanah mengalami longsor tergerus air hujan," ungkap Camat Pupuan, I Gusti Kade Dwipayana, Kamis (16/4).
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Tabanan telah turun tangan membersihkan puing-puing dan memberikan bantuan logistik kepada warga.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat wilayah Pupuan masih tergolong rawan longsor dan pohon tumbang.
Di lokasi terpisah, kondisi jembatan penghubung antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, kini sangat mengkhawatirkan.
Tebing di sisi jembatan mengalami longsor akibat terkikis derasnya aliran Sungai Yeh Gangga.
Camat Marga, I Gede Nengah Sudiarta, menjelaskan bahwa kondisi jembatan tua sepanjang 200 meter dan tinggi 15 meter ini semakin rapuh.
Struktur bangunan dinilai minim pondasi dan kerangka besi yang kuat, sehingga getaran dari kendaraan berat yang melintas terus memperparah pengikisan tebing.
“Setiap ada kendaraan besar lewat, tebing di sisi jembatan banyak yang longsor. Kalau tidak segera ditangani, sangat berpotensi putus,” ujarnya.
Ancaman ini juga membahayakan dua tempat suci, Pura Anyar dan Pura Agung, yang berada tepat di bawah jembatan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah melakukan pemangkasan pohon di sisi tebing untuk mengurangi beban.
Mengingat statusnya sebagai jalan provinsi, laporan kerusakan sudah diteruskan ke Pemprov Bali dan tim Bina Marga diketahui sudah melakukan pengecekan teknis.
Saat ini, masyarakat masih menunggu keputusan resmi terkait penanganan lebih lanjut.***
Editor : Donny Tabelak