Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Ratusan Pedagang Barang Antik Bersatu Lestarikan Budaya Bali, Minta Dukungan Pemerintah Daerah

Donny Tabelak • Sabtu, 25 April 2026 | 20:55 WIB
Persatuan Pedagang Barang Antik Bali telah menaungi sebanyak 180 orang anggota. (Istimewa)
Persatuan Pedagang Barang Antik Bali telah menaungi sebanyak 180 orang anggota. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com- Mewadahi para pelaku usaha yang berasal dari berbagai daerah di seluruh penjuru Tanah Air dan kini menetap serta mengembangkan usahanya di Pulau Bali, dibentuklah organisasi bernama Persatuan Pedagang Barang Antik Bali. 

Wadah ini menjadi tempat bersatu bagi para pelaku usaha yang memiliki kesamaan latar belakang pekerjaan, meskipun berasal dari suku, budaya, dan daerah yang berbeda-beda di Indonesia.

Hingga saat ini, Persatuan Pedagang Barang Antik Bali telah menaungi sebanyak 180 orang anggota.

Keberadaan organisasi ini menjadi bukti nyata persatuan bangsa, di mana perbedaan asal daerah justru dipersatukan dalam satu tujuan yang sama, yaitu mengembangkan usaha sekaligus berkontribusi bagi kemajuan daerah tempat mereka mencari nafkah.

Dipimpin oleh Sudirman, organisasi ini memiliki semangat dan prinsip utama yang terangkum dalam moto “Saling Kompak, Saling Jaga,  dan Menjaga Bali”. 

Prinsip ini dipegang teguh sebagai pedoman bersama, baik dalam menjaga hubungan kekeluargaan antar sesama anggota, maupun dalam menjalankan aktivitas usaha dan kehidupan bermasyarakat.

Keberadaan Persatuan Pedagang Barang Antik Bali diharapkan mampu menjadi wadah yang efektif untuk bersilaturahmi, berbagi informasi, saling mendukung, dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh anggotanya.

Dengan bersatu, para pedagang merasa memiliki kekuatan lebih besar dalam mengembangkan usaha, sekaligus berperan aktif dalam memelihara keharmonisan kehidupan sosial di tengah masyarakat Bali.

Selain bertekad menjaga persaudaraan dan berkontribusi bagi kemajuan daerah, pihak Persatuan Pedagang Barang Antik Bali juga menyampaikan harapan dan permohonan perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Menurut Sudirman, usaha barang antik memiliki peran penting dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah bangsa, sekaligus menjadi salah satu sektor penunjang perekonomian dan pariwisata di Bali.

“Sebagai Persatuan Pedagang Barang Antik Bali, kami merasa memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan memperkenalkan benda-benda bersejarah milik bangsa ini. Namun dalam menjalankan usaha, kami kerap menghadapi berbagai kendala, mulai dari ketidakjelasan aturan, prosedur perizinan yang berbelit, hingga minimnya perlindungan hukum yang pasti,” ujar Sudirman, Sabtu (25/4). 

Ia menambahkan, barang antik yang diperjualbelikan umumnya memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sehingga pengelolaannya memang harus diatur dengan baik.

Namun di sisi lain, para pelaku usaha juga membutuhkan kepastian hukum dan kemudahan dalam berusaha agar dapat terus berkarya dan memberikan manfaat.

“Kami memohon perhatian dari pemerintah, agar dapat memberikan kepastian berusaha, kemudahan dalam proses perizinan, serta kebijakan yang adil dan jelas. Kami siap mematuhi semua peraturan yang berlaku, namun kami juga berharap ada ruang bagi kami untuk tetap mengembangkan usaha tanpa tertekan oleh aturan yang kaku dan tidak jelas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudirman juga menyampaikan dua harapan besar lainnya yang sangat dibutuhkan oleh para anggotanya.

Pertama, terkait akses permodalan, di mana banyak pelaku usaha masih kesulitan mendapatkan bantuan keuangan untuk mengembangkan usahanya.

“Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi dan membantu kami dalam hal permodalan, misalnya dengan menyediakan skema kredit usaha rakyat yang mudah diakses, bunga ringan, dan persyaratan yang tidak memberatkan. Modal yang cukup sangat dibutuhkan agar kami dapat terus berusaha, menambah koleksi barang, dan meningkatkan kualitas usaha kami,” harapnya.

Selain soal permodalan, para pedagang juga meminta dukungan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih baik dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Salah satu caranya adalah dengan mengadakan kegiatan pameran atau acara khusus yang mempertemukan penjual dan pembeli.

“Kami juga sangat berharap pemerintah dapat membuka peluang dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Misalnya dengan mengadakan event atau pameran barang antik secara berkala, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kegiatan seperti ini akan sangat membantu kami dalam memasarkan barang dagangan, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada wisatawan dan masyarakat luas,” tambahnya.

Sudirman juga menyatakan bahwa Persatuan Pedagang Barang Antik Bali siap untuk menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah.

Pihaknya berkomitmen untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kelestarian budaya di Bali, sesuai dengan moto yang dipegang bersama.

“Kami datang dari berbagai daerah, bersatu dalam Persatuan Pedagang Barang Antik Bali, dan menjadikan Pulau Dewata sebagai tempat mencari nafkah dan berkarya. Oleh karena itu, kewajiban kami tidak hanya memajukan usaha sendiri, tetapi juga menjaga persaudaraan antar sesama serta turut merawat keindahan, ketertiban, dan kelestarian Bali sebagai rumah bersama,” pungkasnya.

Selain itu, organisasi ini juga merencanakan berbagai kegiatan positif, seperti kegiatan sosial, pelestarian budaya, hingga partisipasi dalam program-program pemerintah daerah, sebagai wujud rasa terima kasih dan kontribusi nyata bagi kemajuan Pulau Bali.***

Editor : Donny Tabelak
#budaya bali #pedagang #pameran #pemerintah