Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Krisis BBM! Alat Berat Diam Total, Truk Penuh Sampah harus Nginap di TPA Mandung

Juliadi Radar Bali • Selasa, 28 April 2026 | 06:00 WIB
Suasana truk angkut sampah yang antre masuk ke TPA Mandung karena alat berat tidak bisa beroperasi akibat kekosongan bahan bakar. (Foto Juliadi) 
Suasana truk angkut sampah yang antre masuk ke TPA Mandung karena alat berat tidak bisa beroperasi akibat kekosongan bahan bakar. (Foto Juliadi) 

Radarbadung.jawapos.com-  Masalah baru kembali menerpa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Tabanan.

Menjelang pemberlakuan aturan pembatasan sampah mulai 1 Mei mendatang, operasional di lokasi justru terganggu parah.

Seluruh alat berat seperti ekskavator dan buldoser terpaksa berhenti beroperasi lantaran kehabisan stok bahan bakar khusus, yaitu Pertamina Dex (Pertadex).

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja TPA Mandung, I Wayan Atmaja, membenarkan kondisi tersebut.

Menurutnya, kelangkaan BBM jenis ini sudah terjadi sejak Minggu (26/4) dan masih berlanjut hingga Senin (27/4).

“Benar, terjadi kekosongan BBM jenis Pertadex sejak Minggu kemarin. Akibatnya, alat berat kami tidak bisa jalan untuk meratakan dan memindahkan tumpukan sampah,” ujar Atmaja saat dikonfirmasi.

Kondisi ini membuat proses pembuangan sampah menjadi sangat tersendat.

Puluhan truk pengangkut sampah terpaksa harus mengantre panjang, bahkan banyak yang terpaksa menginap di lokasi karena tidak bisa membuang muatan dengan lancar.

Padahal, kejadian serupa juga pernah terjadi beberapa hari lalu, tepatnya pada Selasa (21/4).

Situasi ini tentu sangat mengganggu pelayanan publik, apalagi TPA Mandung sedang dalam masa transisi menuju kebijakan baru.

Pihaknya mengaku sudah berupaya melakukan pemesanan BBM sebanyak 480 liter ke SPBU Abiantuwung yang menjadi mitra tetap.

Hingga sore hari ini, proses pengambilan bahan bakar sedang dilakukan agar operasional bisa segera kembali normal.

“Sore ini kami sedang proses ambil BBM-nya. Semoga nanti malam alat berat sudah bisa jalan lagi,” harapnya.

Namun, Atmaja khawatir masalah ini akan terus terulang.

Kendala utamanya adalah aturan ketat yang mewajibkan kendaraan dinas dan alat berat pemerintah hanya boleh menggunakan BBM jenis non-subsidi seperti Pertadex.

Mereka tidak diperbolehkan menggunakan Pertalite atau Solar subsidi meski dalam kondisi darurat sekalipun.

“Kami terikat aturan, harus pakai yang non-subsidi. Jadi kalau stok di SPBU kosong, ya kami bingung mau ambil di mana,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab langkanya pasokan Pertadex di wilayah Tabanan.

Namun, ia menduga kondisi ini bisa jadi berkaitan dengan situasi global, termasuk dampak dari konflik geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi pasokan energi.***

Editor : Donny Tabelak
#bbm #sampah #pertamina #tpa mandung