May Day di Denpasar: Ratusan Pekerja Berkreasi, Tampilkan Kecak Nusantara di Pantai Sidakarya
Adrian Suwanto• Sabtu, 2 Mei 2026 | 08:29 WIB
Salah satu atraksi yang menjadi pusat perhatian adalah penampilan kolosal Seni Kecak Nusantara yang dibawakan oleh para pekerja sendiri. (Foto Adrian Suwanto)
Radarbadung.jawapos.com– Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada Jumat kemarin (1/5/2026) dirayakan dengan cara berbeda dan penuh makna di Denpasar.
Berpusat di Pantai Sidakarya, Denpasar Selatan, perhelatan ini dihadiri ratusan pekerja yang mewakili lebih dari 100 perusahaan di Kota Denpasar.
Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar sebagai penyelenggara mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan semangat “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama Pekerja”.
Berbeda dengan tradisi di sejumlah daerah yang kerap diwarnai demonstrasi, di Denpasar perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan positif dan produktif.
Mulai dari aksi bersih-bersih pantai, penanaman bibit pohon, pemberian bibit mangrove, kegiatan sosial, donor darah, hingga penampilan kreativitas seni.
Salah satu atraksi yang menjadi pusat perhatian adalah penampilan kolosal Seni Kecak Nusantara yang dibawakan oleh para pekerja sendiri.
Kegiatan ini membuktikan bahwa di balik kesibukan bekerja, mereka juga memiliki bakat dan jiwa seni yang tinggi.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi semangat para pekerja.
Ia menyebut, perayaan May Day di Denpasar selalu dikemas dengan cara yang konstruktif dan penuh kekeluargaan.
“Setiap tahun kita rayakan bersama dengan cara yang kreatif, bukan dengan aksi konfrontatif. Tahun ini istimewa karena digabungkan dengan kegiatan pelestarian lingkungan dan penampilan seni, seperti Kecak Nusantara yang luar biasa tadi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh tenaga kerja untuk terus berkontribusi membangun Denpasar melalui dedikasi di tempat kerja masing-masing.
Pemerintah Kota Denpasar, tegasnya, akan selalu menjadi garda terdepan dalam melindungi hak-hak serta kesejahteraan para pekerja.
Dalam kesempatan itu, Kadek Agus menyampaikan kabar baik bahwa tingkat pengangguran di Denpasar saat ini tercatat hanya 1,41 persen, angka yang tergolong sangat rendah.
Meski begitu, pihaknya tidak akan berpuas diri mengingat situasi global yang sedang tidak menentu akibat konflik di Timur Tengah.
“Kita waspada, karena dampak perang tersebut diperkirakan akan mulai terasa dalam enam bulan ke depan dan berpotensi mengubah angka ketenagakerjaan secara drastis,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemkot Denpasar telah menyiapkan langkah strategis.
Dinas Tenaga Kerja diperintahkan untuk lebih gencar membuka lapangan kerja melalui gelaran Job Fair.
Jika tahun lalu baru diadakan satu kali, maka pada tahun 2026 ini dijadwalkan digelar dua kali guna menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin.
“Kita harus proaktif. Upaya ini bentuk antisipasi agar kestabilan ekonomi dan kesejahteraan pekerja di Denpasar tetap terjaga meski kondisi global sedang terguncang,” pungkasnya.***