Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Restorasi 23 Pura di Besakih Dimulai, Anggaran Capai Rp 203 Miliar dari BKK Badung

Zulfika Rahman • Minggu, 3 Mei 2026 | 06:48 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster saat melakukan prosesi peletakan batu pertama penataan dan perbaikan sejumlah pura di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem. (Istimewa)
Gubernur Bali, I Wayan Koster saat melakukan prosesi peletakan batu pertama penataan dan perbaikan sejumlah pura di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Pemerintah Provinsi Bali resmi memulai proses restorasi dan penataan puluhan pura di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem.

Sebanyak 23 pura yang kondisinya rusak dan memprihatinkan akan direnovasi dengan total anggaran mencapai Rp 203 miliar yang bersumber dari Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, melakukan peninjauan sekaligus memimpin prosesi upacara ngeruwak dan mulang dasar atau peletakan batu pertama pada Jumat (1/5).

Kegiatan ini menandai dimulainya tahap kedua penataan menyeluruh kawasan parahyangan yang menjadi pura terbesar dan termulia bagi umat Hindu di Bali.

“Dari hasil inventarisasi dan pengecekan lapangan, ada 23 pura yang harus segera ditangani. Sebelumnya, pada tahun 2024-2025, tiga dari total 26 kawasan pura utama sudah kita selesaikan perbaikannya. Sisanya kini akan dikerjakan dan ditargetkan rampung seluruhnya pada November mendatang,” ujar Koster.

Ia menjelaskan, restorasi ini menjadi kebutuhan mendesak karena bangunan pura sudah mengalami kerusakan struktur, banyak bagian yang rapuh, serta dinding dan ukirannya ditumbuhi lumut dan jamur akibat terpapar cuaca selama puluhan tahun.

Meskipun direnovasi, pihaknya menegaskan akan mempertahankan bentuk, gaya arsitektur, dan nilai sejarah bangunan agar ciri khas dan kesakralannya tetap terjaga.

“Sejak lama, bahkan sebelum menjabat sebagai Gubernur, saya sudah memiliki keinginan kuat untuk menata Besakih dengan baik. Harapan saya, seluruh proses ini mendapatkan restu dan berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” tambahnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, menyambut baik langkah pemerintah ini.

Ia mengakui bahwa sebagian besar bangunan pura sudah sangat lama tidak mendapatkan perawatan serius, bahkan ada yang sudah dibiarkan selama lebih dari 30 tahun.

“Kalau dibiarkan terus, kondisinya akan semakin parah dan membahayakan. Momen ini sangat tepat, karena selain memperbaiki fisik bangunan, penataan ini juga akan meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan umat saat melaksanakan persembahyangan,” tegasnya.

Dengan selesainya proyek ini nantinya, diharapkan Pura Agung Besakih tidak hanya tetap kokoh sebagai tempat ibadah, tetapi juga terjaga keindahannya sebagai warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia.***

Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #wayan koster #badung #Pura Besakih