Radarbadung.jawapos.com– Sebuah kebakaran terjadi di lingkungan SDN 2 Tinga-Tinga, Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, pada Jumat (1/5) sekitar pukul 18.30 WITA.
Api melalap habis bangunan mess guru yang menjadi tempat tinggal tata usaha sekolah.
Akibat peristiwa ini, proses belajar mengajar terpaksa dialihkan sementara ke sistem daring demi menjaga keselamatan warga sekolah.
Bangunan yang terbakar adalah mess guru berukuran 6 x 7 meter dengan konstruksi tembok beton, atap genteng, dan plafon triplek.
Tempat tersebut ditempati oleh Putu Edi Heri Setiawan, yang menjabat sebagai Tata Usaha sekolah.
Saat kejadian, ia beserta keluarga sedang berada di luar desa untuk melaksanakan persembahyangan di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, sejak pukul 17.00 WITA.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Kepala Sekolah SDN 2 Tinga-Tinga, Gusti Made Suryawan, yang rumahnya terletak tak jauh dari lokasi.
Saat melihat kobaran api, ia segera memberitahu warga sekitar untuk melakukan pemadaman secara swadaya menggunakan ember.
Namun api dengan cepat membesar dan membakar bagian atap bangunan.
“Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam dari PLTU Celukan Bawang dan satu armada dari Pos Damkar Seririt tiba di lokasi. Berkat kerja sama petugas dan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, AKP I Ketut Sudiana, Minggu (3/5).
Selain bangunan, seluruh isi rumah berupa peralatan dan barang-barang pribadi juga turut hangus terbakar.
Hingga saat ini, total kerugian materiil belum dapat dipastikan karena pendataan barang yang hilang masih dalam proses.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mengambil kebijakan khusus terkait proses belajar mengajar.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyatakan bahwa pembelajaran akan dilakukan secara daring sementara waktu.
“Kami prioritaskan keselamatan siswa dan guru. Selama area sekolah masih dalam proses penyelidikan dan pembersihan puing, kegiatan belajar mengajar akan kami alihkan ke sistem daring. Ini akan berlangsung sampai kondisi lingkungan sekolah benar-benar aman dan bersih,” jelasnya.
Pembersihan sisa-sisa kebakaran baru bisa dilakukan setelah aparat kepolisian mencabut garis polisi yang dipasang untuk keperluan investigasi.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kepolisian agar proses penyelidikan berjalan lancar dan tidak berlarut-larut.
Setelah situasi dinyatakan kondusif, proses belajar mengajar akan dikembalikan lagi ke sistem luring atau tatap muka seperti sediakala.***