Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Tak Kuat Lawan Ombak, Bronjong Pelindung Pantai Pebuahan Runtuh

Muhammad Basir • Senin, 11 Mei 2026 | 07:39 WIB
Susunan bronjong di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, hancur kembali dan tak mampu lagi menahan laju abrasi.(Foto M. Basir) 
Susunan bronjong di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, hancur kembali dan tak mampu lagi menahan laju abrasi.(Foto M. Basir) 

Radarbadung.jawapos.com– Upaya mandiri warga dan pemilik lahan di kawasan Penuaan, Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, untuk menahan gempuran laut kembali menemui kegagalan.

Struktur pelindung pantai berupa tumpukan batu bronjong yang dipasang sebagai solusi darurat, kini ambrol dan hancur diterjang ombak besar.

Akibatnya, abrasi kembali menggerus bibir pantai dengan leluasa dan semakin mendekati pemukiman serta akses jalan warga.

Bronjong tersebut awalnya dipasang untuk menjadi benteng sementara mengingat ancaman erosi yang terus meluas.

Sayangnya, kekuatan gelombang laut yang belakangan ini kerap tinggi membuat struktur tersebut tak lagi bertahan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran baru bagi warga, apalagi pembangunan pengaman pantai permanen dari pemerintah dinilai belum merata.

Diketahui, total garis pantai yang terdampak abrasi mencapai sekitar dua kilometer.

Namun, dari panjang tersebut, baru sekitar 780 meter saja yang sudah ditangani melalui pembangunan penahan gelombang pada tahun 2024 lalu.

Sisa wilayah lainnya masih sangat rawan dan bergantung pada upaya swadaya yang kini justru rusak.

Warga menilai penanganan yang belum menyeluruh ini membuat ancaman bencana hidrometeorologi tersebut tetap nyata.

Jika dibiarkan, dikhawatirkan akses jalan utama akan terputus dan bangunan rumah warga yang letaknya semakin dekat dengan garis pantai bisa menjadi sasaran berikutnya.

“Harapan kami, pembangunan pengaman pantai ini bisa segera dilanjutkan lagi. Jangan sampai hanya segmen tertentu saja yang selesai, karena dampaknya tetap terasa di bagian yang belum tertangani,” ujar Tari, salah seorang warga setempat.

Masyarakat pun mendesak pemerintah untuk mempercepat realisasi pembangunan tembok penahan gelombang secara bertahap namun merata.

Keberlanjutan proyek ini dinilai sangat mendesak demi melindungi aset warga, menjaga aksesibilitas jalan, serta mencegah kerusakan lingkungan pesisir yang lebih parah di masa depan.***

Editor : Donny Tabelak
#abrasi #jembrana #pantai pebuahan