Radarbadung.jawapos.com– Untuk menjawab tantangan kenaikan kebutuhan air bersih sekaligus mengatasi masalah penurunan debit saat musim kemarau, Perusda Tirta Tohlangkir Kabupaten Karangasem gencar melakukan penjajakan sumber mata air baru.
Langkah ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan pelayanan bagi puluhan ribu pelanggan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Direktur Perusda Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwata, mengungkapkan survei dan kajian teknis kini tengah difokuskan di Kecamatan Bebandem.
Ada empat lokasi potensial yang sedang dikaji, yakni di wilayah Jungutan, Tihingan, Jungsri, dan Telaga Tista.
“Selain di Bebandem, kami juga sebelumnya sudah menjajaki sejumlah titik lain seperti di Angsoka, Tiying Tali (Abang), hingga Sidemen. Semuanya masih dalam proses evaluasi,” ujar Parwata, Selasa (12/5).
Pencarian sumber baru ini tidak hanya bertujuan menambah kuantitas pasokan air, namun juga sebagai langkah antisipasi risiko kerusakan pada infrastruktur utama seperti jalur pipa dari sumber Telaga Waja.
Di sisi lain, hal ini juga menjadi upaya efisiensi operasional seiring meningkatnya permintaan dari kawasan pemukiman maupun area pengembangan pariwisata.
Dalam setiap proses penjajakan, tim teknis selalu mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Pihaknya juga berkoordinasi ketat dengan Bidang Sumber Daya Air serta pihak Subak setempat.
Pengambilan air baru hanya akan dilakukan jika benar-benar terdapat kelebihan debit yang tidak mengganggu kebutuhan pertanian dan irigasi.
“Kami harus memastikan sumber tersebut belum dimanfaatkan atau masih ada kelebihan kuota. Koordinasi lintas sektor sangat penting agar tidak menimbulkan konflik pemanfaatan air di kemudian hari,” jelasnya.
Dengan penambahan sumber baru ini, diharapkan gangguan distribusi yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang dapat diminimalisir.
Saat ini, Perusda Tirta Tohlangkir melayani total 44.600 pelanggan di delapan kecamatan, yang bersumber dari 17 mata air permukaan, 19 sumur bor, dan satu sumber utama dari Telaga Waja.
Pihaknya menargetkan proses identifikasi dan kajian kelayakan dapat segera rampung, sehingga tahap pembangunan jaringan dan infrastruktur pendukung bisa segera direalisasikan.***
Editor : Donny Tabelak