Radarbadung.jawapos.com– Semangat gotong royong mewarnai proses pembangunan Jembatan Nusamara di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Personel TNI dari Kodim 1617/Jembrana terjun langsung bahu-membahu bersama warga masyarakat untuk mengerjakan infrastruktur vital ini.
Pengerjaan pun kini dikebut agar jembatan penghubung yang telah lama dinantikan ini dapat segera dimanfaatkan.
Saat ini, fokus pekerjaan diarahkan pada bagian-bagian krusial konstruksi, mulai dari pemasangan siku tiang dan pilon, hingga pengurugan badan jembatan.
Setiap tahap dikerjakan dengan cermat dan presisi, mengingat peran strategis jembatan ini sebagai tulang punggung mobilitas warga, sehingga kekuatan dan kestabilan bangunan menjadi prioritas utama.
Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf Sy. Gafur Thalib, menjelaskan bahwa percepatan pengerjaan ini dilakukan agar manfaat infrastruktur tersebut segera dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, pembangunan fasilitas penghubung di tingkat desa merupakan kunci penting untuk mendorong roda ekonomi warga.
“Kami terus berupaya mempercepat pengerjaan bersama masyarakat. Nantinya jembatan ini akan sangat membantu mobilitas warga, terutama dalam proses distribusi hasil pertanian menuju pasar atau pusat pengumpulan hasil bumi,” ujar Letkol Gafur Thalib.
Di lokasi proyek, terlihat pembagian tugas yang apik.
Personel TNI memusatkan tenaga dan keahlian pada pemasangan struktur utama tiang dan konstruksi penyangga, sementara warga setempat dengan antusias membantu proses pengurugan tanah dan pematangan akses jalan masuk jembatan.
Keberadaan Jembatan Nusamara nantinya tidak hanya berfungsi sebagai penghubung harian warga menuju pusat pelayanan umum, tetapi juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang sangat krusial saat terjadi cuaca ekstrem maupun kondisi darurat kebencanaan.
“Jembatan ini akan menjadi jalur vital, baik untuk kebutuhan ekonomi maupun keselamatan saat situasi darurat. Oleh karena itu, kami pastikan pembangunannya kokoh dan selesai tepat waktu bahkan lebih cepat,” tambahnya.
Diketahui, pembangunan ini merupakan pengganti jembatan gantung lama yang putus total diterjang hujan deras pada Kamis, 4 November 2021 silam.
Peristiwa itu sempat membuat 19 kepala keluarga terisolir dan kesulitan beraktivitas, mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar-masuk warga di wilayah itu.
Kini, antusiasme warga sangat tinggi menyambut pembangunan baru ini.
Semangat gotong royong yang terjalin dinilai menjadi modal kekuatan utama agar proyek strategis desa ini segera rampung dan membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Yehembang Kangin dan sekitarnya.***
Editor : Donny Tabelak