Revitalisasi Wajah Kota Tabanan, Pedagang Pasar Senggol Pindah ke Gedung Mario dan Terminal
Juliadi Radar Bali• Jumat, 15 Mei 2026 | 18:33 WIB
Suasana sosialisasi penataan kawasan Jalan Gajah Mada yang diikuti para pedagang Pasar Senggol, pengelola, serta perwakilan desa adat Tabanan. (Foto Juliadi)
Radarbadung.jawapos.com– Pemerintah Kabupaten Tabanan bersiap melakukan perombakan besar-besaran wajah kota melalui proyek penataan Jalan Gajah Mada sekaligus revitalisasi Terminal Pesiapan.
Sebagai langkah awal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar sosialisasi kepada ratusan pedagang Pasar Senggol, pengelola pasar, serta perwakilan desa adat di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, Kamis (14/5) lalu.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, para pedagang sepakat untuk dipindahkan.
Rencananya, selama proses pembangunan berlangsung, mereka akan direlokasi sementara ke halaman Gedung Kesenian I Ketut Mario.
Sementara itu, setelah proyek rampung, Pasar Senggol akan dipindahkan secara permanen ke lokasi Terminal Pesiapan yang telah direvitalisasi total.
Salah satu pedagang, Humaidi (asal Banjar Tunggal Sari, Dauh Peken), menyatakan dukungannya penuh terhadap rencana pemerintah.
Menurutnya, penataan ini diperlukan demi keindahan, kebersihan, dan ketertiban kawasan pusat kota.
Meski mendukung, ia memiliki sejumlah catatan penting agar keberlangsungan usaha para pedagang tetap terjaga di lokasi baru.
“Kami sangat setuju demi perubahan dan wajah kota yang lebih baik. Jarak ke lokasi baru pun masih berada di pusat kota, jadi tidak masalah. Namun, harapan kami nanti di Terminal Pesiapan sering diadakan acara atau kegiatan agar masyarakat tahu keberadaan pasar baru kami dan tidak sepi pembeli,” ungkap Humaidi yang telah puluhan tahun berdagang di lokasi itu.
Kekhawatiran terbesar yang disampaikan para pedagang adalah potensi munculnya pedagang baru liar kembali beroperasi di Jalan Gajah Mada setelah penataan selesai.
Hal ini dikhawatirkan membuat lokasi baru di Terminal Pesiapan sepi pengunjung.
“Kami harap Satpol PP dan instansi terkait benar-benar mengawasi. Jangan sampai kami sudah dipindahkan demi ketertiban, tapi malah muncul pedagang baru di jalan yang sudah ditata rapi itu. Kami siap pindah, asalkan aturan ditegakkan adil,” tegasnya.
Terkait relokasi sementara ke Gedung Mario, Humaidi menilai lokasinya cukup strategis dan dekat, tinggal penataan lapak saja yang perlu diatur agar nyaman bagi pedagang lama maupun yang baru bergabung.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana, membenarkan bahwa seluruh tahapan sudah disepakati dan rencananya akan segera dieksekusi.
Anggaran yang disiapkan pemerintah kabupaten untuk dua proyek strategis ini mencapai Rp 60 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Rinciannya, sebesar Rp 30 miliar dialokasikan untuk penataan Jalan Gajah Mada meliputi pemasangan paving blok, perbaikan trotoar, hingga penataan kawasan Catur Muka.
Sementara sisa Rp 30 miliar lainnya digunakan untuk revitalisasi total gedung dan fasilitas di Terminal Pesiapan.
“Kami segera tancap gas, mulai dari proses tender pekerjaan. Target kami, awal Juni ini pembangunan sudah bisa dimulai dan ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir Desember 2026 nanti,” jelas Partana.
Jadwal pelaksanaannya, pemindahan pedagang ke Gedung Mario akan dilakukan bersamaan dengan dimulainya pekerjaan di bulan Juni.
Kemudian, menjelang akhir tahun, setelah Terminal Pesiapan rampung, pedagang akan dipindahkan secara permanen ke lokasi tersebut.
Dua proyek besar ini akan dikerjakan berbarengan agar efisien dan segera memberikan dampak positif bagi wajah kota Tabanan.***