Radarbadung.jawapos.com– Gubernur Bali, Wayan Koster, menargetkan percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Jika saat ini baru ada 38 unit yang siap beroperasi, maka angka tersebut ditargetkan melonjak menjadi 120 unit pada bulan Juli mendatang.
Target ini disampaikan Koster saat menghadiri peresmian operasional KDKMP yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada Sabtu (16/5).
Pusat acara nasional peresmian tersebut berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring.
Sementara itu, di wilayah Bali, kegiatan dipusatkan di KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bali beserta jajaran.
Wayan Koster menjelaskan, dari total 716 desa dan kelurahan yang ada di Bali, baru sekitar 5,3 persen atau tepatnya 38 koperasi yang telah menyelesaikan administrasi dan siap beroperasi.
Meski angka ini masih tergolong kecil, ia optimis pembangunan ekonomi kerakyatan ini akan berjalan cepat ke depannya.
“Di Bali, yang sudah siap beroperasi ada 38 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Proses pembentukan masih terus berjalan, dan kami menargetkan hingga akhir Juli nanti jumlahnya akan mencapai 120 unit,” jelas Koster.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pada bulan Juli nanti persiapan stok barang dagangan akan mulai disiapkan secara massal.
Puncaknya, di awal Agustus ditargetkan seluruh koperasi yang sudah terbentuk dapat beroperasi penuh dan memberikan pelayanan usaha secara utuh kepada masyarakat.
“Nanti bulan Juli kita siapkan barang-barang dagangan, dan di awal Agustus ditargetkan sudah melayani usaha secara penuh,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutannya secara nasional, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih merupakan instrumen penting kemandirian ekonomi rakyat sekaligus fondasi utama pemerataan pembangunan nasional.
Ia menekankan ketahanan pangan sebagai prioritas tertinggi.
“Pangan adalah hidup dan mati suatu bangsa. Menjamin kebutuhan pangan untuk 280 juta jiwa bukan pekerjaan ringan, namun kita harus berhasil,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden, Indonesia harus mampu mewujudkan swasembada pangan dan memenuhi kebutuhan dari dalam negeri, tidak lagi bergantung pada impor.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
Prabowo juga memproyeksikan dampak ekonomi yang besar dari keberadaan koperasi ini.
Diperkirakan perputaran uang di setiap desa melalui Koperasi Merah Putih dapat mencapai Rp10,8 miliar per tahun.
Selain itu, koperasi ini menjadi wadah penyaluran kemudahan ekonomi bagi warga.
“Melalui Koperasi Merah Putih ini, nanti kita salurkan juga kredit-kredit murah untuk rakyat. Dengan koperasi ini, pertumbuhan ekonomi kita akan nyata dan maju. Setiap desa tidak akan bergantung ke mana-mana lagi,” ujar Prabowo.
Ke depannya, KDKMP akan memiliki peran yang sangat luas dalam pelayanan publik dan ekonomi desa.
Ragam layanannya meliputi penjualan kebutuhan sehari-hari, penyaluran sembako bersubsidi, hingga pendistribusian LPG dan pupuk bersubsidi bagi petani.
Tak hanya itu, koperasi ini juga akan melayani pemberian kredit usaha rakyat dengan bunga ringan, layanan logistik, penyaluran bantuan sosial pemerintah, penyerapan hasil panen gabah dari petani, hingga penyediaan obat-obatan dengan harga terjangkau.***
Editor : Donny Tabelak