Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Marak Pembakaran Sampah Sembarangan Picu Penyakit pada Anak-anak, DPRD Denpasar Desak Tindak Tegas Pelaku

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 19 Mei 2026 | 12:21 WIB
Dewan minta pelaku pembakaran sampah sembarangan di Bali ditindak tegas. (Foto Adrian Suwanto)
Dewan minta pelaku pembakaran sampah sembarangan di Bali ditindak tegas. (Foto Adrian Suwanto)

Radarbadung.jawapos.com– Kebijakan pembatasan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung ternyata memunculkan masalah baru.

Maraknya praktik pembakaran sampah secara liar di lingkungan pemukiman kini menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra.

Ia menilai, asap hasil pembakaran sampah ini diduga kuat menjadi pemicu munculnya kasus gangguan kesehatan serius di masyarakat, salah satunya penyakit bronkopneumonia pada anak-anak.
 
Hal ini disampaikan Gus Yoga —sapaan akrab Ida Bagus Yoga Adi Putra— saat mengikuti rapat di DPRD Kota Denpasar.

Politisi dari Partai Gerindra itu mengaku menerima informasi langsung dari kalangan tenaga kesehatan yang bertugas di lingkungan Rumah Sakit (RS) Kota Denpasar terkait dampak buruk asap sampah bagi kesehatan.
 
"Kemarin saya menerima telepon dari salah satu rumah sakit di Kota Denpasar. Kebetulan yang menelepon adalah seorang dokter yang merupakan teman saya sejak SMA. Beliau melaporkan adanya pasien anak yang menderita bronkopneumonia, dan diduga kuat hal itu disebabkan karena ada warga di lingkungannya yang membakar sampah. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan," ungkapnya.
 
Gus Yoga menilai sangat ironis ketika anak-anak harus menderita sakit akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Oleh sebab itu, ia meminta pihak berwenang, baik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Denpasar, bertindak tegas menindak para pelaku pembakaran sampah liar tersebut.

Bahkan, ia mendesak agar pelaku dikenakan sanksi pidana ringan sesuai peraturan yang berlaku.
 
"Kasus seperti ini harus menjadi perhatian serius kita. Kami berharap ada tindakan tegas hingga penerapan pidana ringan bagi siapa saja yang terbukti membakar sampah sembarangan," tegasnya.
 
Sementara itu, menanggapi isu kesehatan yang dikaitkan dengan asap sampah tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Agung Candrawati, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai kasus anak yang menderita bronkopneumonia secara spesifik akibat asap pembakaran sampah.

Pihaknya pun berjanji akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.
 
"Kami akan segera lacak di rumah sakit mana pasien tersebut berobat guna memastikan kebenarannya," ujar Candra.
 
Ia menjelaskan, kasus penyakit pneumonia memang selalu ada setiap tahunnya.

Namun, faktor penyebab utamanya sangat beragam, salah satunya adalah perubahan cuaca yang ekstrem. Kondisi ini memicu tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang jika tidak ditangani dengan baik sangat rentan berkembang menjadi pneumonia.
 
"Sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi yang menyatakan ada kasus pneumonia yang disebabkan secara langsung oleh asap pembakaran sampah. Kami pun sudah berkoordinasi dan mengonfirmasi ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dan di sana juga belum ada laporan khusus terkait hal tersebut," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#dprd bali #tpa suwung #kesehatan #sampah #dokter