Radarbadung.jawapos.com– Sebuah musibah nahas menimpa sekelompok remaja yang sedang berwisata ke Pantai Pasir Putih, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Minggu (17/5) sore.
Seorang remaja berinisial I Gede Dwi PS,16, warga Desa dan Kecamatan Bebandem, Karangasem, meninggal dunia setelah terseret arus ombak saat berenang di lokasi tersebut.
Korban merupakan siswa SMK Negeri 1 Bebandem.
Kepala Desa Bugbug, I Gede Diatmaja, menjelaskan, peristiwa berawal saat korban datang ke pantai itu bersama belasan temannya untuk berenang dan bersenang-senang.
Tak berselang lama, suasana ceria berubah menjadi kepanikan saat korban tiba-tiba berteriak meminta tolong di tengah laut.
"Informasi yang kami terima, korban sempat berteriak minta tolong. Beberapa temannya yang ada di sekitar langsung berusaha menolong, namun arus saat itu cukup deras dan kuat. Akhirnya korban tak tertolong dan terseret arus ke tengah," ungkap Diatmaja saat dikonfirmasi, Senin (18/5).
Melihat kejadian tersebut, sejumlah nelayan yang sedang berada di sekitar pantai segera bergerak melakukan pencarian menggunakan perahu tradisional atau jukung.
Setelah beberapa saat menyisir perairan, jasad korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tenggelam.
Korban pun segera dievakuasi ke darat dan mendapatkan pertolongan pertama dari warga yang berkumpul.
"Setelah ditarik ke darat, korban langsung ditangani dan diberikan pertolongan seadanya oleh warga. Namun karena kondisinya kritis, korban segera dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," jelasnya.
Sayang, nyawa remaja tersebut tak tertolong.
Sesampainya di rumah sakit, tim medis yang melakukan pemeriksaan menyatakan bahwa nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, Kepala Dusun Kanginan, Desa Bebandem, tempat tinggal korban, mengaku keluarga sangat terpukul atas kepergian sang anak.
Ia mengenang korban sebagai remaja yang memiliki perilaku sangat baik, ramah, dan aktif bergaul dengan teman-teman seusianya.
Bahkan, korban dikenal sangat gemar berolahraga, khususnya sepak bola.
"Anak ini perilakunya sangat baik, sopan, dan aktif bergaul. Biasanya ia sering bermain bola di lingkungan. Keluarga tentu sangat terpukul dengan musibah ini," ujarnya haru.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk selalu berhati-hati dan memahami kondisi alam sebelum memutuskan berenang di pantai, mengingat karakter ombak dan arus laut yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi berbahaya.***
Editor : Donny Tabelak