Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Catat! Pembangunan Tahap II Turyapada Tower Berlanjut, Koster Jamin Nasib Warga dan Buka Peluang Ekonomi  

Francelino Junior • Selasa, 19 Mei 2026 | 19:44 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster, saat berada di kawasan Turyapada Tower usai bertemu warga membahas rencana pembebasan lahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar menara tersebut.(Foto Junior) 
 
Gubernur Bali, Wayan Koster, saat berada di kawasan Turyapada Tower usai bertemu warga membahas rencana pembebasan lahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar menara tersebut.(Foto Junior)   

Radarbadung.jawapos.com– Pembangunan lanjutan kawasan Taman Teknologi Komunikasi Bali Smarts Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali atau yang lebih dikenal sebagai Turyapada Tower terus berjalan.

Berbagai aktivitas pembangunan terlihat berlangsung di sejumlah titik kawasan tersebut.

Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur ini, Gubernur Bali, Wayan Koster, tetap menaruh perhatian besar pada nasib warga sekitar.

Ia memastikan masyarakat tidak tersisih, melainkan hidup berkembang dan sejahtera beriringan dengan kehadiran bangunan pencakar langit kebanggaan warga Bali itu.
 
Gubernur Wayan Koster didampingi Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, melakukan peninjauan langsung ke lokasi Turyapada Tower pada Minggu (17/5) pagi.

Kunjungan ini dilakukan untuk memantau progres pembangunan sekaligus memastikan rencana pengembangan tahap kedua berjalan sesuai rencana.
 
Menurut Koster, pembangunan tahap kedua ini mencakup penataan kawasan secara menyeluruh, pembangunan fasilitas planetarium, pusat konvensi, kelengkapan peralatan pendukung, pengaturan akses jalan masuk, hingga pembangunan fasilitas gondola sebagai sarana transportasi wisata di kawasan tersebut.
 
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga bertemu langsung dengan warga sekitar untuk membahas rencana pembebasan lahan yang akan dilakukan dalam waktu dekat guna mendukung perluasan dan penataan kawasan menara.

Ia memastikan proses pembebasan lahan akan berjalan transparan dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
 
"Tadi sudah disepakati bersama, mekanisme pembebasannya harus sesuai aturan, nilainya harus ditetapkan melalui penilaian tim penilai independen (appraisal). Adapun luasan lahan yang akan dibebaskan memiliki lebar 20 meter dengan panjang sekitar 940 meter atau hampir satu kilometer. Harga ganti ruginya masih menunggu hasil hitungan tim penilai," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bali.
 
Tak hanya soal pembebasan lahan, Koster juga memiliki strategi khusus agar keberadaan megaproyek ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar.

Ia meminta masyarakat untuk membentuk badan usaha koperasi.

Lembaga inilah yang nantinya akan menjadi penggerak utama pengembangan ekonomi warga, mengingat masyarakat di sekitar Turyapada Tower menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan potensi ekonomi kawasan tersebut.

Melalui koperasi ini, warga didorong untuk membuka berbagai jenis tempat usaha dan pelayanan yang dibutuhkan di lokasi wisata dan pendidikan tersebut.
 
Selain peluang berusaha, Koster juga menjamin ketersediaan lapangan kerja. Nantinya, saat Turyapada Tower beroperasi penuh, penyerapan tenaga kerja akan memprioritaskan putra-putri lokal dari Desa Pegayaman dan sekitarnya.

Secara khusus, Koster menargetkan kesempatan kerja ini bagi warga yang baru saja menyelesaikan pendidikan setingkat SMA atau SMK.
 
"Kami prioritaskan warga lokal untuk diberikan pelatihan keterampilan, agar mereka memiliki kompetensi dan bisa bekerja di sini nantinya," tegas Gubernur Bali.***

Editor : Donny Tabelak
#turyapada tower #gubernur bali #ekonomi #buleleng #wayan koster