Radarbadung.jawapos.com– Areal jalan dan halaman di depan Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, mulai dipasangi tanda cat dan diukur oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan.
Tanda-tanda berwarna putih itu merupakan penanda lokasi lapak-lapak pedagang Pasar Senggol yang akan direlokasi sementara, seiring dimulainya proyek penataan Jalan Gajah Mada pada bulan Juni mendatang.
Sebanyak 181 pedagang Pasar Senggol akan dipindahkan ke lokasi baru ini untuk sementara waktu, sambil menunggu pembangunan pasar permanen di kawasan Terminal Pesiapan rampung dikerjakan.
Hitung-hitungannya, tinggal dua hari lagi para pedagang dijadwalkan sudah mulai beraktivitas di lokasi relokasi baru tersebut.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, menjelaskan bahwa pemindahan ratusan pedagang itu ke kawasan sekitar Gedung Kesenian I Ketut Maria dijadwalkan resmi dimulai pada tanggal 21 Mei mendatang.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan penataan dan pembenahan fisik Jalan Gajah Mada.
"Sebelumnya kami sudah melakukan penandaan blok dan lapak pedagang. Tanda cat putih itu sebagai batas lokasi masing-masing pedagang yang tersebar di sisi selatan, timur, dan barat kawasan gedung. Lokasi relokasi sudah siap, blok sudah dibuat, pedagang tinggal pindah dua hari lagi. Tanggal 21 Mei rencananya mereka sudah mulai berjualan di seputaran Gedung Maria," ujar Partana saat dikonfirmasi, Selasa (19/5).
Dijelaskan lebih lanjut, seluruh pedagang pasar senggol akan menempati areal yang telah dibagi rapi di sisi timur, barat, dan selatan gedung kesenian.
Sementara itu, pengaturan teknis penempatan hingga jam operasional pasar akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama pihak Desa Adat Kota Tabanan, pengelola atau manajer pedagang pasar senggol, serta UPTD Gedung Kesenian agar tertib dan nyaman.
"Total ada 181 pedagang pasar senggol yang dipindah sementara waktu ke areal halaman Gedung I Ketut Maria," tegasnya.
Selain menyiapkan lapak dagang, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga telah menyiapkan skema pengaturan lahan parkir bagi pengunjung di kawasan Panggung GWS.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi relokasi yang baru.
Sementara itu, rencana pemindahan pedagang ke lokasi permanen di Terminal Pesiapan sendiri masih dalam tahap pematangan konsep.
Opsi pemindahan sementara ke Jalan Rajawali juga masih dikaji oleh tim teknis sambil menunggu kepastian lokasi yang dinilai paling layak dan strategis.
"Kalau sudah ada kepastian lokasi dan jadwalnya, kami akan segera informasikan. Saat ini masih dalam proses pembahasan," ungkapnya.
Sebagai informasi, relokasi pedagang pasar senggol ini merupakan bagian dari proyek besar penataan wajah kota, meliputi penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan.
Nantinya, apabila pembangunan pasar dan terminal di Pesiapan sudah selesai, maka secara otomatis para pedagang akan dipindahkan secara permanen ke lokasi baru tersebut.
Ke depannya, setelah penataan Jalan Gajah Mada tuntas, jalan utama tersebut akan disterilkan dan tidak lagi diperbolehkan untuk aktivitas perdagangan.
Penataan ini dilakukan semata-mata untuk mempercantik wajah Kota Tabanan serta mengembalikan fungsi jalan sebagai sarana prasarana lalu lintas yang lancar dan indah.
Total anggaran yang disiapkan Pemkab Tabanan untuk dua proyek strategis ini mencapai Rp 60 miliar.
Rinciannya, Rp 30 miliar dialokasikan untuk penataan Jalan Gajah Mada, dan Rp 30 miliar lainnya digunakan untuk revitalisasi kawasan Terminal Pesiapan.***
Editor : Donny Tabelak