Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Dari Dapur Rumah, Ibu Rumah Tangga Kembangkan Usaha Keripik Ayam Hingga Hasilkan Ratusan Kilo Per Hari

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:44 WIB
Klaster Keripik Ayam Biru yang digagas Ni Luh Sri Wahyuningsih kini telah berkembang pesat, dengan kemampuan memproduksi hingga 400 kilogram keripik setiap harinya. Usaha ini juga mendapatkan dukungan penuh melalui program Klasterku Hidupku dari BRI.(Foto Marsellus Pampur) 

 
Klaster Keripik Ayam Biru yang digagas Ni Luh Sri Wahyuningsih kini telah berkembang pesat, dengan kemampuan memproduksi hingga 400 kilogram keripik setiap harinya. Usaha ini juga mendapatkan dukungan penuh melalui program Klasterku Hidupku dari BRI.(Foto Marsellus Pampur)   

Radarbadung.jawapos.com– Mendapatkan penghasilan sendiri tanpa harus mengabaikan tugas dan peran di dalam keluarga adalah dambaan banyak ibu rumah tangga.

Salah satunya dialami oleh Ni Luh Sri Wahyuningsih, warga Kesiman Petilan, Denpasar Timur.

Bermula dari hobi dan kemampuan mengolah bahan makanan, ia kini berhasil membangun usaha keripik ayam yang makin berkembang, bahkan telah berubah menjadi kelompok usaha dengan puluhan anggota dan kapasitas produksi mencapai ratusan kilogram setiap harinya.

Semuanya berawal pada tahun 2017, ketika Sri mulai membuat keripik ayam di dapur rumahnya dengan skala usaha yang masih sangat kecil.

Berkat ketekunan dan kualitas rasa yang terjaga, usahanya perlahan-lahan dikenal banyak orang dan makin diminati pasar.

Seiring berjalannya waktu, banyak warga sekitar yang bertanya-tanya, bagaimana cara Sri bisa mengurus rumah dan anak-anak, sekaligus tetap mendapatkan penghasilan tambahan.

“Lama-kelamaan banyak tetangga yang penasaran dan bertanya, bagaimana saya bisa mengurus keluarga tapi tetap bisa berpenghasilan. Banyak ibu-ibu yang kemudian datang berkunjung, ingin tahu cara membuat dan mengelola usaha keripik ayam ini,” ungkap Sri, yang akrab disapa, saat ditemui, Jumat (22/5).

Keberhasilan yang diraih Sri kemudian menjadi sumber inspirasi bagi para ibu-ibu dan tetangga di lingkungannya.

Satu per satu mulai mencoba membuat produk serupa di rumah masing-masing, hingga akhirnya pada tahun 2019, atas masukan dan pendampingan dari pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI), mereka sepakat untuk bergabung dan membentuk satu kelompok usaha.

Sebagai nasabah BRI sejak lama, Sri merasa sangat terbantu dengan saran dan bimbingan yang diberikan.

“Kami didampingi untuk menyusun struktur dan aturan kelompok, anggotanya adalah ibu-ibu dan tetangga satu lingkungan. Akhirnya terbentuklah kelompok usaha yang kami beri nama Klaster Keripik Ayam Biru,” jelasnya.

Kini, klaster yang telah berjalan lebih dari enam tahun itu memiliki 28 orang anggota aktif yang sama-sama memproduksi dan mengembangkan produk keripik ayam.

Dukungan dari BRI terus mengalir, mulai dari bantuan perbaikan tampilan kemasan yang awalnya polos menjadi lebih menarik, hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi seperti kompor, alat penggorengan, dan lemari pendingin untuk menyimpan bahan baku.

Tak hanya itu, para anggota juga mendapatkan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta mengikuti berbagai pelatihan mulai dari strategi pengenalan merek, desain kemasan, teknik pemasaran, hingga kesempatan berpartisipasi dalam pameran UMKM yang diselenggarakan BRI.

“Semua dukungan ini membuat produk kami makin dikenal dan mudah diterima oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Hingga saat ini, meski baru mengeluarkan satu varian rasa, yaitu rasa asli, produk keripik ayam buatannya telah tersebar di berbagai toko camilan dan pusat grosir di seluruh Bali, bahkan mulai diminati pasar di luar Pulau Dewata.

Kapasitas produksi pun terus meningkat dan kini mampu menghasilkan sekitar 400 kilogram keripik ayam setiap harinya.

Sementara itu, Pemimpin Kantor Cabang BRI Gajah Mada Denpasar, Janarka Dwi Atmaja, menyampaikan bahwa program Klasterku Hidupku memang dirancang khusus sebagai upaya pemberdayaan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah naik kelas.

Fokusnya adalah mendukung sektor produksi yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat daerah.

“Melalui pembentukan dan penguatan klaster, kami tidak hanya memfasilitasi akses permodalan, tapi juga ikut membangun sistem dan lingkungan usaha yang memungkinkan terjadinya kerja sama, peningkatan skala produksi, hingga penguatan daya saing di tingkat lokal maupun luar daerah,” ujar Janarka.

Ia juga menyebutkan, hingga saat ini jajaran BRI Kantor Cabang Gajah Mada Denpasar telah membina sebanyak 21 kelompok usaha di bawah program yang sama.

“Kisah sukses Klaster Keripik Ayam Biru ini menjadi contoh dan inspirasi yang sangat baik di wilayah Denpasar, serta bisa ditiru dan dikembangkan oleh pelaku UMKM lainnya,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Kesiman #bri #kredit #denpasar #umkm