Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Langganan Presiden, Sapi Hasil Ternak Peternak Asal Buleleng Selalu Terpilih untuk Kurban Iduladha

Francelino Junior • Minggu, 24 Mei 2026 | 10:18 WIB
Ketut Sukata tampak berdiri di samping sapi jumbo miliknya yang berbobot 868 kilogram. Sapi ini menjadi salah satu hewan kurban yang dibeli langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk perayaan Iduladha tahun ini. (Foto Junior) 
Ketut Sukata tampak berdiri di samping sapi jumbo miliknya yang berbobot 868 kilogram. Sapi ini menjadi salah satu hewan kurban yang dibeli langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk perayaan Iduladha tahun ini. (Foto Junior) 

Radarbadung.jawapos.com– Nama Ketut Sukata, 59, peternak asal Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng kembali mencuri perhatian.

Bukan tanpa alasan, meski tinggal dan berusaha jauh dari ibu kota, tepatnya berjarak lebih dari 1.000 kilometer, sapi hasil peliharaannya kembali terpilih dan dibeli langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk keperluan kurban Iduladha.

Ini sudah ketiga kalinya sapi hasil ternaknya dipercaya menjadi hewan kurban milik kepala negara.

Berkat ketelatenannya, dari balik kandang sederhana di lingkungan Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Sukata mampu memelihara dan mengembangkan sapi-sapi berukuran jumbo dengan kualitas terbaik.

Banyak orang yang tak menyangka, dari tempat yang sederhana dan sama seperti kandang milik peternak lainnya, ternyata ia berhasil menembus pasar tertinggi hingga tiga kali bertransaksi langsung dengan presiden.
 
Tercatat, pada tahun 2026 ini, sapi miliknya yang berbobot 868 kilogram dibeli Presiden Prabowo untuk digunakan sebagai hewan kurban di Masjid Arrahmah, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Satu tahun sebelumnya, tepatnya tahun 2025, sapi miliknya yang berbobot 772 kilogram juga dibeli dan dihadirkan di Masjid Jami’ Safinatusalam, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.

Sedangkan untuk pertama kalinya pada tahun 2023, sapi berbobot 636 kilogram hasil peliharaannya dikirim dan digunakan di Masjid Agung Jami’ Singaraja, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng.
 
“Awalnya pihak Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng datang untuk menilai dan mengajukan calon sapi untuk kurban presiden. Alhamdulillah, Astungkara diterima dan ini sudah ketiga kalinya,” ujar Sukata dengan perasaan syukur.
 
Bagi Sukata, memelihara sapi sebenarnya bukan sekadar pekerjaan atau sumber penghasilan, melainkan sudah menjadi hobi dan bagian dari hidupnya.

Sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara, ia tumbuh dan besar di tengah keluarga petani.

Sejak masih kecil, ia sudah terbiasa dan akrab berada di sekitar kandang milik ayahnya di Desa Petandakan.
 
Keberhasilan yang ia raih saat ini, mulai dari cara memilih bibit hingga cara memelihara sapi agar tumbuh menjadi besar dan sehat, tak lepas dari pengalaman panjang yang ia kumpulkan sejak masa kanak-kanak.

Ia juga mengaku, sejak pertama kali mulai beternak, sama sekali tidak pernah membayangkan atau menargetkan bahwa suatu hari sapi hasil peliharaannya akan dipilih dan dibeli oleh orang nomor satu di negeri ini.

Namun berkat pengalaman dan ketelatenannya, nama Sukata kini menjadi salah satu peternak yang paling diperhitungkan di wilayah Buleleng.
 
“Sejak kecil saya sudah terbiasa memelihara sapi. Bapak saya memang berprofesi sebagai petani sekaligus peternak, jadi saya sudah sangat akrab dengan dunia ini,” tambahnya.
 
Untuk sapi yang dibeli presiden tahun ini dengan bobot mencapai 868 kilogram, Sukata berhasil menjualnya dengan harga mencapai Rp162,4 juta.

Sapi tersebut sudah dipelihara sejak berusia enam bulan. Awalnya ia membeli anak sapi tersebut pada tanggal 11 Desember 2022 dari warga Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng, dengan berat badan saat itu belum sampai 100 kilogram.

Modal pembeliannya kala itu sekitar Rp11 juta dan ia sudah memeliharanya selama hampir empat tahun lamanya.
 
Yang membuatnya semakin menarik, Sukata mengaku tidak memiliki resep khusus atau bahan pakan yang mahal untuk membuat sapinya tumbuh menjadi besar dan sehat.

Cara perawatannya pun tergolong sederhana dan bisa ditiru oleh siapa saja.

Setiap harinya, sapi hanya diberi makan berupa satu keranjang rumput segar, empat kilogram dedak halus, serta air minum yang cukup.

Selain itu, hewan ternaknya rutin dikeluarkan dari dalam kandang agar bisa bergerak bebas, berjalan-jalan, dan melatih kekuatan kaki agar tetap kuat dan kokoh untuk menopang berat tubuhnya yang semakin bertambah.

Hanya saja, untuk menjaga kondisi kesehatan dan nafsu makan, Sukata kadang memberikan tambahan suplemen atau vitamin khusus jika terlihat hewan ternaknya kurang berselera makan.
 
“Kuncinya sebenarnya ada pada pemilihan bibit yang bagus sejak awal, lalu cara perawatan dan pemberian makan yang teratur setiap harinya,” ujarnya.
 
Meski sudah berhasil dan dikenal sebagai peternak sapi jumbo, di sisi lain Sukata juga menyimpan rasa cemas dan gelisah.

Ia melihat minat dan ketertarikan masyarakat di wilayahnya untuk mulai memelihara sapi asli Buleleng perlahan mulai menurun.

Padahal menurutnya, kualitas sapi lokal asli Buleleng ini memiliki keunggulan dan kualitas yang tak kalah baik dibanding jenis sapi dari daerah lain.

Bahkan di lingkungan Desa Petandakan tempat ia tinggal, saat ini hanya dirinya saja yang masih telaten dan rutin memelihara sapi dengan ukuran besar dan berkualitas.***

Editor : Donny Tabelak
#buleleng #presiden prabowo subianto #peternak sapi