Radarbadung.jawapos.com– Pemerintah Kabupaten Tabanan berencana melakukan revitalisasi dan penataan kawasan Terminal Pesiapan, Dauh Pala, Desa Dauh Peken, sekaligus penataan Jalan Gajah Mada.
Sebelum pekerjaan dimulai tanggal 1 Juli mendatang, ratusan pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tersebut akan dipindahkan sementara ke lokasi baru.
Lokasi relokasi sementara yang disiapkan adalah lahan bekas Kantor Dinas Ketahanan Pangan yang berada di Jalan Kutilang, Tabanan.
Lahan tersebut saat ini sudah dalam kondisi rata dan siap digunakan sebagai tempat berdagang sementara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, menyatakan bahwa sebelum proses pemindahan dilakukan, pihaknya akan menggelar kegiatan sosialisasi pada Senin, 25 Mei 2025 mendatang.
Sosialisasi dilaksanakan di Mushola Nurul Falah, Jalan Pulau Batam, Dauh Pala, untuk menjelaskan rencana, lokasi baru, serta aturan yang berlaku kepada seluruh pedagang.
“Kami akan lakukan sosialisasi terlebih dahulu agar seluruh pedagang memahami dan siap. Relokasi akan dilakukan secepatnya sebelum proyek pembangunan dimulai tanggal 1 Juli nanti,” ujar Partana, Minggu (24/5).
Ia juga menyampaikan bahwa proses pengadaan lelang untuk proyek penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan sudah selesai dan pemenang lelang telah ditetapkan.
Nama pemenang akan diumumkan pada Senin, diikuti dengan penandatanganan kontrak kerja pada Selasa, 26 Mei 2025.
Sementara itu, untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama masa pengerjaan, skema pekerjaan yang diterapkan adalah sistem pengerjaan secara bertahap.
Mengingat Jalan Gajah Mada merupakan jalan satu arah, pekerjaan akan dibagi menjadi dua tahap: sisi kanan jalan dikerjakan terlebih dahulu, dan setelah selesai dilanjutkan ke sisi kiri jalan.
Hal ini dilakukan agar arus lalu lintas tetap bisa berjalan lancar tanpa terhenti total, dan rencana ini nantinya juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan.
“Pekerjaan kami lakukan setengah bagian demi setengah bagian, supaya lalu lintas tetap bisa berjalan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar rekayasa lalu lintas berjalan sesuai rencana,” tegas Partana.
Sebelumnya, Pemkab Tabanan juga telah melakukan relokasi terhadap ratusan pedagang pasar senggol ke kawasan Gedung Kesenian Tabanan sebagai bagian dari upaya penataan dan pengembangan kawasan perkotaan di daerah tersebut.***