Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Heboh! King Kobra Panjang 3,5 Meter Masuk Pemukiman Selemadeg Barat, Berhasil Diamankan Tim Reptil Asih Tabanan

Juliadi Radar Bali • Senin, 25 Mei 2026 | 11:42 WIB
penangkapan ular king kobra oleh Tim Reptil Asih Tabanan. 
di perkebunan warga wilayah Surabera, Selemadeg Barat Tabanan. (Istimewa)
Penangkapan ular king kobra oleh Tim Reptil Asih Tabanan. di perkebunan warga wilayah Surabera, Selemadeg Barat Tabanan. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Seekor ular jenis king kobra jantan berukuran panjang sekitar 3,5 meter membuat geger dan menimbulkan keresahan warga di Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Hewan berbisa tersebut akhirnya berhasil diamankan dan dievakuasi oleh Tim Reptil Asih Tabanan, Minggu (24/5).

Ular tersebut awalnya terlihat berkeliaran di sekitar permukiman, sebelum akhirnya ditemukan berada di dalam perkebunan tanaman pisang milik warga.

Proses penangkapan dan evakuasi dilakukan langsung oleh salah satu anggota tim, I Kadek Adi Saputra atau yang akrab disapa Ray Cobra, dan berjalan lancar karena posisi hewan itu mudah terdeteksi.

Ketua Tim Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, menjelaskan bahwa setelah berhasil diamankan, ular tersebut langsung dipindahkan dan dilepas di lokasi alami yang aman serta jauh dari pemukiman warga.

“Ular ini masuk ke kawasan perkebunan dan permukiman umumnya sedang mencari makan, terutama tikus yang banyak hidup di sekitar lingkungan warga. Kalau mereka sudah turun dari habitat aslinya, biasanya karena sulit menemukan sumber makanan di hutan, atau juga bisa disebabkan kondisi tempat tinggal alaminya yang sudah terganggu,” ujar Astridayanti.

Dijelaskannya pula, musim bertelur bagi jenis ular ini biasanya terjadi pada bulan Oktober hingga November, sedangkan masa penetasan telur berlangsung di bulan Desember.

Oleh karena itu, penemuan ular di kawasan pemukiman saat ini tidak berkaitan dengan masa perkembangbiakan, melainkan lebih karena faktor ketersediaan makanan dan kondisi lingkungan.

Pihaknya juga menghimbau seluruh warga untuk tidak pernah mencoba menangkap atau mengusir ular berbisa secara mandiri tanpa keahlian dan peralatan yang tepat, karena hal tersebut sangat berisiko dan dapat membahayakan keselamatan.

“Jangan bertindak sendiri jika tidak memiliki kemampuan khusus. Jika menemukan ular atau satwa berbahaya lainnya, segera laporkan ke aparat desa, petugas berwenang, atau langsung hubungi kami di Tim Reptil Asih Tabanan untuk ditangani dengan cara yang aman dan benar,” tegasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#ular kobra #tabanan #Selemadeg Barat