Radarbadung.jawapos.com– Rencana revitalisasi Terminal Pesiapan di Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, bakal segera dimulai awal bulan Juni 2026 mendatang, berbarengan dengan pekerjaan penataan Jalan Gajah Mada.
Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) sudah menggelar sosialisasi serta menyiapkan dua lokasi alternatif untuk tempat relokasi para pedagang.
Namun sejumlah pedagang kios menilai lokasi yang disediakan kurang layak dan memilih mencari tempat usaha sendiri.
Berdasarkan data Disperindag, saat ini terdapat sekitar 70 pedagang yang beraktivitas di kawasan terminal, terdiri dari 20 pedagang kios, 26 pedagang menggunakan kendaraan, dan 24 pedagang lapak atau pedasaran.
Untuk penempatan sementara, pemerintah menyediakan dua lokasi: pertama di bekas Kantor Dinas Ketahanan Pangan Tabanan yang ditujukan bagi pedagang bermobil dan pedagang lapak, dan kedua di Pasar Tuakilang yang disiapkan untuk para pedagang kios.
Kepala Disperindag Tabanan, I Gede Sukanada menjelaskan, penempatan dilakukan dengan mempertimbangkan jarak dan ketersediaan lahan.
Jika nanti dirasa masih kurang tempat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kelian adat dan kelian dinas setempat untuk mencari solusi tambahan.
Khusus untuk pedagang kios, selain diarahkan ke kios kosong di Pasar Tuakilang, pemerintah juga memberi kelonggaran jika mereka ingin mencari tempat sendiri, namun status mereka tetap tercatat sebagai pedagang Terminal Pesiapan.
“Semua pedagang kami arahkan ke tempat yang sudah disiapkan. Bagi yang bersikeras mencari tempat sendiri juga kami persilakan, asalkan tetap terdata. Sementara untuk bangunan di sisi barat terminal yang selama ini digunakan sebagai lokasi kegiatan negatif dan dikuasai secara liar tanpa izin, akan kami bongkar dan bersihkan seluruhnya agar proses pembangunan nanti berjalan lancar dan lokasi benar-benar steril,” tegasnya.
Salah satu pedagang kios yang sudah berdagang selama 20 tahun, Ni Sulistia Dewi, mengaku mendukung penuh rencana perbaikan dan pembangunan kembali terminal tersebut.
Menurutnya, kondisi bangunan memang sudah tidak layak pakai dan citra kawasan yang selama ini dianggap sebagai lokasi negatif juga perlu diperbaiki demi kemajuan daerah.
Namun, ia menilai lokasi relokasi di Pasar Tuakilang kurang tepat karena jaraknya cukup jauh dari pusat Kota Tabanan dan suasana di pasar tersebut terasa sepi, sehingga dikhawatirkan omzet dagangan akan anjlok.
Karena alasan itu, Sulistia dan puluhan pedagang kios lainnya sepakat untuk mencari tempat usaha secara mandiri dengan biaya sendiri, dan lebih memilih lokasi yang masih berada di sekitar kawasan Terminal Pesiapan agar tidak kehilangan langganan.
“Kami sangat setuju jika terminal ini dibangun kembali dan diperbaiki kondisinya. Yang kami harapkan nanti setelah selesai, tempat kami berjualan kembali diperhatikan dan dijamin tempatnya. Sementara ini kami memilih cari tempat sendiri di sekitar sini, karena lokasi yang disediakan terlalu jauh dan sepi, tentu akan sangat berpengaruh pada pendapatan kami,” ungkapnya.***
Editor : Donny Tabelak