Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Demam Babi Afrika Masuk Buleleng, Puluhan Babi Mati Mendadak

Francelino Junior • Jumat, 29 Mei 2026 | 11:58 WIB
Ilustrasi penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika terdeteksi di Kabupaten Buleleng. (Ai)
Ilustrasi penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika terdeteksi di Kabupaten Buleleng. (Ai)

Radarbadung.jawapos.com– Kasus penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika terdeteksi di Kabupaten Buleleng. 

Penyakit ini ditemukan setelah puluhan ekor babi dilaporkan mati secara mendadak di wilayah Kecamatan Tejakula, Buleleng Timur, dalam satu pekan terakhir.

Menanggapi hal ini, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distankan) Buleleng mengimbau seluruh peternak untuk meningkatkan sanitasi dan kewaspadaan.

Kepala Distankan Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan adanya temuan kasus tersebut.

Ia menjelaskan bahwa penyakit ini sulit dideteksi lebih awal karena umumnya tidak menimbulkan gejala khusus, namun dapat menyebabkan kematian secara tiba-tiba dalam waktu singkat.

“Tercatat sekitar 25 ekor babi mati mendadak di Tejakula. Kasusnya tersebar pada peternak rumahan yang berbeda, bukan dalam satu lokasi kandang. Rata-rata usia babi tersebut sudah mencapai enam bulan,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (28/5).

Terkait pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium, Melandrat menyebut pihaknya tidak dapat melakukannya.

Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar virus tidak terbawa keluar dari wilayah yang sudah terindikasi.

Selain itu, bangkai hewan yang mati segera dikubur atau dibakar untuk memutus mata rantai penularan.

“Kami menghindari risiko penyebaran yang lebih luas. Begitu ditemukan kasus, bangkai langsung ditangani sesuai prosedur kesehatan hewan,” tambahnya.

Untuk mencegah meluasnya wabah, Melandrat menekankan pentingnya pembatasan kunjungan ke kandang yang terkena penyakit.

Ia mengingatkan bahwa penularan dapat terjadi dengan mudah jika banyak orang masuk dan keluar dari lokasi terinfeksi tanpa langkah pencegahan.

“Jika ada satu kasus, lalu dikunjungi banyak orang, risiko penyebaran virusnya makin besar. Selain itu, sanitasi kandang harus selalu dijaga, karena penyakit ini seringkali bermula dari lingkungan yang kurang bersih,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ditemukan obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan ASF.

Oleh karena itu, langkah terbaik adalah pencegahan.

Pihaknya juga menyarankan agar peternak menggunakan pakan yang bersumber dari wilayah lokal guna meminimalkan risiko masuknya virus dari luar daerah.***

Editor : Donny Tabelak
#peternak babi #buleleng #afrika #tejakula #Virus Babi