Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Siswa SMP Hanyut di Pantai Yeh Gangga, Pencarian Hingga Hari Keempat Belum Berhasil  

Juliadi Radar Bali • Senin, 1 Juni 2026 | 05:37 WIB
Suasana proses pencarian terhadap remaja yang hanyut di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. (Istimewa)
Suasana proses pencarian terhadap remaja yang hanyut di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Seorang remaja berinisial I Komang S (12 tahun), warga Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, hingga Minggu (31/5) belum ditemukan.

Ia diduga hanyut terseret ombak saat berenang di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, pada Kamis (28/5) sekitar pukul 15.30 WITA.

Peristiwa berawal ketika korban berangkat ke pantai bersama temannya, Restu Muhamad Fadilah, dengan tujuan berenang.

Sesampainya di lokasi, keduanya masuk ke perairan, namun tiba-tiba tergulung ombak.

Restu berhasil menyelamatkan diri, sedangkan korban terbawa arus ke tengah laut.

Rekannya sempat berusaha menarik tangan korban, namun gagal karena kuatnya arus laut.

Kini memasuki hari keempat, upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, Satpolairud, jajaran kepolisian, serta masyarakat setempat, belum membuahkan hasil.

Tim juga telah menurunkan pesawat tanpa awak (drone) untuk membantu pemantauan dari udara.

Komandan Tim Basarnas Denpasar, Dudi Librana Marjaya, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan radius 2,5 kilometer ke arah barat dan 1,5 kilometer ke arah timur dari titik peristiwa.

“Kami juga mengerahkan drone untuk membantu pengamatan. Namun hingga saat ini korban belum ditemukan,” ujarnya di lokasi.

Ia menambahkan bahwa cuaca di lapangan sebenarnya cukup mendukung, namun kondisi ombak yang masih tinggi, air laut sedang pasang, serta hembusan angin yang cukup kencang menjadi tantangan tersendiri bagi tim.

“Kondisi ombak kurang mendukung karena air sedang pasang, ditambah angin yang cukup kencang, sehingga menyulitkan penyisiran secara optimal,” jelasnya.

Menurutnya, jika korban belum ditemukan, tim akan mengevaluasi dan memperluas jangkauan pencarian dengan tetap menyesuaikan kondisi alam di lapangan.

“Skema pencarian dapat diubah, termasuk memperluas radius, namun semuanya tetap bergantung pada situasi cuaca dan kondisi laut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tabanan, Kompol I Gusti Putu Dharmantha, menyampaikan bahwa tim juga melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang perairan, serta menyusuri kawasan pesisir Pantai Yeh Gangga.

Upaya ini turut dibantu oleh warga dari Banjar Jambe Baleran.

Selain pencarian secara fisik, keluarga korban juga melakukan upaya lain melalui prosesi adat.

Mereka telah melaksanakan nunas piuning di Pura Batu Bolong.

Pemangku pura setempat sempat mendapatkan petunjuk melalui proses kerauhan bahwa keberadaan korban berada di sebelah barat pura.

Selain itu, juga dilaksanakan prosesi mapakeling di lokasi korban terseret arus, yang dipimpin oleh Jero Mangku.

“Prosesi ini merupakan permohonan restu kepada Dewa Baruna selaku penguasa laut, dengan harapan korban segera ditemukan dalam keadaan baik,” tuturnya.***

Editor : Donny Tabelak
#tenggelam #pura #remaja tewas #polsek tabanan #pantai yeh gangga