Radarbadung.jawapos.com– Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Remaja itu ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat mandi di bendung irigasi di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, pada Rabu (3/6).
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, mengidentifikasi korban bernama I Made Negara, 14, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mendoyo yang saat ini tinggal di asrama yayasan anak-anak di Desa Pohsanten.
Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian berawal ketika korban berangkat bersama dua orang temannya bersepeda dari asrama menuju lokasi bendung yang berjarak sekitar 1,5 kilometer.
Sesampainya di tempat, kedua temannya memilih duduk di tepi, sedangkan korban berniat menceburkan diri ke dalam air.
“Dua temannya sempat melarang karena mengetahui korban tidak bisa berenang, namun korban tetap masuk ke dalam air,” jelas Kompol Wayan Sartika.
Tak lama setelah menceburkan diri, korban terlihat meronta-ronta di permukaan air.
Salah satu temannya segera mencoba menolong dengan ikut terjun, namun usahanya gagal karena genggamannya terlepas saat korban panik.
Akhirnya korban hanyut dan tenggelam, sedangkan temannya berhasil menyelamatkan diri ke tepi.
Salah satu teman korban segera kembali ke asrama untuk melaporkan kejadian kepada pengelola yayasan.
Pihak yayasan kemudian menghubungi tim SAR Kabupaten Jembrana.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WITA dan langsung melakukan penyisiran.
Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 16.10 WITA dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau kepada orang tua dan pengelola asrama agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta memberikan pemahaman tentang bahaya beraktivitas di sekitar perairan umum.
Terutama bendung irigasi yang memiliki arus tersembunyi dan kedalaman tidak teratur sehingga berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan.***
Editor : Donny Tabelak