Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Temuan Pansus TRAP: Banyak Pelanggaran Tata Ruang di Bali, Senantara Akan Bawa ke Senayan

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 5 Juni 2026 | 06:22 WIB
Pansus TRAP dan Satpol PP Bali pasang garis polisi di proyek BTID, kemarin. (Foto Ni Kadek Novi Febriani)
Pansus TRAP dan Satpol PP Bali pasang garis polisi di proyek BTID, belum lama ini. (Foto Ni Kadek Novi Febriani)

Radarbadung.jawapos.com– Di tengah munculnya pandangan sinis yang menilai kerja Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) merusak iklim investasi di Bali, Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW NasDem Bali, I Nengah Senantara, justru memberikan dukungan penuh.

Ia berjanji akan menyuarakan seluruh temuan penting pansus tersebut ke lembaga legislatif pusat di Senayan.

“Keberadaan dan kerja Pansus TRAP di Bali saya dukung sepenuhnya. Dasar hukum pembentukannya jelas, dibentuk oleh DPRD Provinsi Bali, dan masa kerjanya pun diperpanjang mengingat banyaknya kasus pelanggaran tata ruang yang ditemukan,” tegas Senantara.

Salah satu temuan paling krusial adalah dugaan pencaplokan kawasan hutan lindung.

Salah satu yang disorot adalah PT Bali Turtle Island Development (BTID), yang diduga memiliki permasalahan serius terkait mekanisme tukar guling lahan dan pembangunan fasilitas pelabuhan/marina di lokasi tersebut.

“Hal ini pasti akan saya suarakan. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maupun Proyek Strategis Nasional (PSN) pengelolaannya berada di bawah pengawasan manajemen dan kebijakan investasi pusat,” ujarnya.

Senantara berharap status khusus yang dimiliki KEK Pulau Kura-Kura tidak menjadikan lingkungan sekitar terabaikan.

Ia menegaskan agar fasilitas dan kemudahan yang diberikan negara tidak disalahgunakan hingga merusak tatanan ruang dan lingkungan hidup di daerah.

“Jangan sampai fasilitas dan kemudahan dari negara disalahgunakan, yang ujungnya justru merusak tatanan yang sudah ada,” tandasnya.

Selain kasus tersebut, dukungan Senantara juga mencakup temuan pelanggaran di zona sempadan pantai, jurang, bantaran sungai, tepi jalan raya, hingga kawasan suci umat Hindu.

Baginya, penegakan aturan yang tegas menjadi kunci utama menjaga jati diri Bali sebagai daerah yang berlandaskan adat, budaya, dan tradisi.***

Editor : Donny Tabelak
#dpr ri #Kura-Kura Bali #Pansus TRAP DPRD Bali #investasi