Pasien Harus Dirujuk ke Rumah Sakit Lain
Radarbadung.jawapos.com– Berbagai masalah terus menghantui operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan.
Setelah beberapa bulan lalu dikeluhkan terkait kelangkaan obat, kini giliran fasilitas alat medis yang mengalami gangguan.
Salah satunya adalah perangkat Magnetic Resonance Imaging atau MRI yang rusak parah, sehingga membuat pasien yang membutuhkan pemeriksaan tersebut harus dirujuk ke rumah sakit lain.
Direktur Utama RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, membenarkan kondisi alat medis tersebut.
Ia menjelaskan, alat MRI yang dimiliki saat ini awalnya merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2009.
Setelah digunakan selama lebih dari satu dekade, perangkat itu akhirnya mengalami kerusakan berat dan tidak dapat diperbaiki lagi.
“Alat MRI lama sudah rusak parah. Sekitar 1,5 tahun terakhir tidak bisa difungsikan, hingga akhirnya komponennya dibongkar dan dilelang,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (6/6).
Pihak manajemen rumah sakit diketahui telah berulang kali mengusulkan pengadaan alat MRI baru melalui berbagai skema pendanaan, salah satunya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Namun hingga saat ini usulan tersebut belum memperoleh hasil.
Upaya lain juga ditempuh melalui program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN) dari Kementerian Kesehatan.
Sayangnya, program tersebut hanya menyediakan bantuan alat MRI untuk rumah sakit berstatus strata utama.
Sementara RSUD Tabanan saat ini masih berstatus strata madya, sehingga tidak memenuhi syarat.
Dalam program yang sama, rumah sakit ini baru bisa mengajukan pengadaan alat CT Scan.
“Kami sudah mengajukan berkali-kali. Bahkan terakhir sempat melakukan audiensi ke kementerian didampingi perwakilan anggota dewan dan membawa rekomendasi dari Bupati Tabanan,” tambahnya.
Akibat tidak berfungsinya alat tersebut, rata-rata dua hingga tiga pasien setiap harinya harus dialihkan ke fasilitas kesehatan lain yang memiliki layanan serupa.
Jumlah itu belum termasuk pasien rujukan yang datang dari rumah sakit lain.
“Mau tidak mau, pasien yang butuh pemeriksaan MRI harus dirujuk ke tempat lain,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak