Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Ratusan Krama Bugbug Saling Lapor ke Polres Karangasem, Konflik soal Fasilitas di Pura Gumang Belum Usai

Zulfika Rahman • Senin, 8 Juni 2026 | 08:17 WIB
Krama desa adat Bugbug saat memadati halaman Mapolres Karangasem, Minggu (7/6). Kedatangan krama Desa Adat Bugbug dari dua kelompok untuk saling lapor. (Foto Zulfika Rahman)
Krama desa adat Bugbug saat memadati halaman Mapolres Karangasem, Minggu (7/6). Kedatangan krama Desa Adat Bugbug dari dua kelompok untuk saling lapor. (Foto Zulfika Rahman)

Radarbadung.jawapos.com– Dua kelompok krama Desa Adat Bugbug melakukan aksi saling melapor ke kepolisian.

Sejak pagi hingga siang, ratusan warga dari kedua kubu datang secara bergantian dan memadati halaman Mapolres Karangasem, Minggu (7 Juni).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kedatangan pertama dilakukan oleh warga yang dipimpin Kelian Desa Adat Bugbug, Jro Nyoman Purwa Ngurah Arsana, sekitar pukul 10.00.

Mereka melaporkan adanya tindakan perusakan terhadap bangunan tempat cuci tangan dan kakus (WC) yang terletak di lingkungan Pura Gumang, Desa Adat Bugbug.

Puluhan personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan situasi agar tetap kondusif.
 
Menurut penuturan Jro Nyoman Purwa Ngurah Arsana, permasalahan ini bukan sekadar soal kerusakan bangunan fisik.

Bagi masyarakat setempat, fasilitas tersebut memiliki makna mendalam sebagai simbol semangat gotong royong, pengabdian, dan kebersamaan yang dibangun bersama oleh seluruh warga desa selama bertahun-tahun.
 
“Ketika fasilitas itu dirusak, yang terluka bukan hanya bangunannya, tetapi juga hati dan rasa pengabdian ribuan krama yang ikut membangunnya,” ujarnya.
 
Tak lama setelah rombongan tersebut meninggalkan lokasi, giliran ratusan krama lain dari kelompok bernama Gema Santhi yang datang melapor ke kantor polisi yang sama.
 
Kepala Seksi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, membenarkan diterimanya dua laporan dari kedua pihak.

“Kelompok Pak Purwa melaporkan adanya perusakan WC di lingkungan Pura Gumang. Sebaliknya, kelompok Gema Santhi melaporkan kelompok Pak Purwa atas dugaan membangun fasilitas tersebut di area pura,” tegasnya.
 
Ia menambahkan, kedua laporan telah diterima dan saat ini sedang dalam proses penanganan penyelidikan oleh pihak kepolisian.
 
Sebagai informasi, perselisihan antar kedua kelompok di Desa Adat Bugbug ini sudah berlangsung cukup lama dan sering memicu aksi saling lapor.

Berbagai upaya mediasi telah dilakukan pihak berwenang, namun hingga saat ini belum ditemukan kesepakatan bersama guna menyelesaikan akar permasalahan.***

Editor : Donny Tabelak
#perusakan #Saling Lapor #desa adat bugbug #polres karangasem #pura