Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Gedung Berusia 105 Tahun Dirobohkan, RSUD Wangaya Denpasar Kembangkan Infrastruktur dengan Anggaran Rp100 Miliar

Adrian Suwanto • Senin, 8 Juni 2026 | 10:31 WIB
Suasana pengerjaan proyek pembangunan fasilitas Poliklinik Terpusat di lingkungan RSUD Wangaya, Denpasar. (Foto Adrian Suwanto)
Suasana pengerjaan proyek pembangunan fasilitas Poliklinik Terpusat di lingkungan RSUD Wangaya, Denpasar. (Foto Adrian Suwanto)

Radarbadung.jawapos.com– RSUD Wangaya Kota Denpasar merencanakan pengembangan besar-besaran infrastruktur dan layanan kesehatan pada periode 2026 hingga 2027.

Salah satu langkah awal yang diambil adalah membangun fasilitas Poliklinik Terpusat (Policentral) setinggi lima lantai, menyusul tidak layaknya gedung lama yang telah berusia sekitar 105 tahun.
 
Direktur RSUD Wangaya, A.A. Made Widiasa, menjelaskan bahwa pembangunan ini bertujuan mengakomodasi lonjakan kunjungan pasien.

Saat ini, jumlah kunjungan di bagian poliklinik mencapai 400 hingga hampir 500 orang setiap harinya.

"Gedung yang ada saat ini sudah berusia tua. Berdasarkan hasil survei kebutuhan layanan masyarakat, pengembangan menjadi hal yang mendesak dilakukan," ujarnya pada Minggu (7/6).
 
Pemerintah Kota Denpasar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk mendukung proyek ini.

Selain itu, rumah sakit juga menyiapkan pembangunan Gedung II melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang ditargetkan dimulai pada 2027, dengan proses pembiayaan yang masih berjalan.

Gedung baru ini nantinya dilengkapi ruang rawat inap tambahan dan area parkir bawah tanah untuk mengatasi keterbatasan lahan.
 
Tak hanya soal gedung, pengembangan juga mencakup perluasan layanan.

RSUD Wangaya akan mengembangkan layanan hemodialisis serta menjalin kerja sama dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Pembangunan gedung kampus di lingkungan rumah sakit akan dibiayai sepenuhnya oleh pihak universitas.
 
Di bagian layanan darurat, kapasitas Unit Gawat Darurat (UGD) ditingkatkan menjadi 30 tempat tidur.

Tingkat kunjungan pasien terus meningkat sekitar 6 persen per tahun, tidak hanya dari warga Denpasar tapi juga berbagai wilayah di Bali.

Kini, RSUD Wangaya menduduki peringkat ketiga sebagai rumah sakit rujukan utama di Pulau Bali, setelah RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dan Rumah Sakit Surya Husadha.
 
Untuk sarana penunjang, disiapkan pula pengembangan Pusat Layanan Stroke, penambahan fasilitas kamar jenazah hingga 50 unit lemari pendingin, serta pembangunan lima rumah duka.

Masalah parkir jangka panjang juga diantisipasi dengan memanfaatkan area bawah tanah Gedung II dan menjajaki kerja sama penyewaan lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi milik pura terdekat.
 
Dari sisi keuangan dan peralatan, pada tahun 2025 pendapatan rumah sakit mencapai Rp120 miliar dan diproyeksikan naik menjadi Rp129 miliar di tahun 2026.

Tercatat dibutuhkan 161 jenis alat kesehatan, di mana baru 100 unit diterima melalui hibah, sehingga masih ada 61 jenis yang harus dipenuhi.

Sementara itu, kebutuhan tenaga medis spesialis telah terpenuhi sesuai standar.

Pengembangan layanan unggulan juga terus berjalan, meliputi layanan kanker, jantung, saraf, uronefrologi, hingga pengoperasian ruang Cathlab yang sedang dalam tahap perizinan.***

Editor : Donny Tabelak
#rsud wangaya #poliklinik #kota denpasar #kesehatan #infrastruktur