Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Rupiah Melemah, Harga Bawang Putih Tembus Rp45 Ribu per Kilogram

Juliadi Radar Bali • Kamis, 11 Juni 2026 | 08:42 WIB
Petugas Disperindag Tabanan yang melakukan pemantuan harga sejumlah barang kebutuhan pokok di pasar tradisonal Tabanan! (Foto Juliadi)
Petugas Disperindag Tabanan yang melakukan pemantuan harga sejumlah barang kebutuhan pokok di pasar tradisonal Tabanan! (Foto Juliadi)

Radarbadung.jawapos.com– Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada 17 Juni 2026, sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Tabanan mulai mengalami kenaikan harga.

Komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan adalah bawang putih dan bawang merah.

Berdasarkan hasil pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Tabanan pada pekan kedua Juni 2026 yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan, harga bawang putih naik hingga 36 persen, sedangkan bawang merah meningkat 20 persen.

Harga bawang putih tercatat naik dari Rp33.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah naik dari Rp40.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.

Kenaikan tersebut menjadi yang paling menonjol di tengah fluktuasi harga sejumlah bahan pokok lainnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan kenaikan harga bawang putih dipengaruhi faktor eksternal, terutama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pasalnya, bawang putih masih bergantung pada pasokan impor.

“Bawang putih merupakan salah satu kebutuhan pokok yang banyak dicari masyarakat. Sementara pasokan dalam negeri masih mengandalkan impor, sehingga sangat dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah,” ujarnya, Selasa (9/6).

Selain bawang, sejumlah komoditas sayuran juga mengalami kenaikan akibat menurunnya produksi di tingkat petani.

Harga kol atau kubis naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram atau 25 persen.

Sawi putih meningkat dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per kilogram (17 persen), sedangkan sayuran hijau naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram atau 25 persen.

Tomat mencatat kenaikan tertinggi di kelompok sayuran, yakni dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per kilogram atau melonjak 40 persen.

Sementara harga kentang naik tipis dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga.

Kelapa turun dari Rp11.000 menjadi Rp9.000 per butir atau 18 persen.

Cabai merah keriting turun dari Rp65.000 menjadi Rp60.000 per kilogram (8 persen), kencur dari Rp50.000 menjadi Rp42.000 per kilogram (16 persen), serta udang segar dari Rp80.000 menjadi Rp70.000 per kilogram atau turun sekitar 13 persen.

Menurut Sukanada, penurunan harga tersebut dipicu meningkatnya produksi dan pasokan di pasaran.

Komoditas seperti kelapa, cabai merah keriting, kencur, dan udang mengalami surplus pasokan sehingga harga bergerak turun.

Sementara itu, harga bahan pokok lainnya seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging, dan telur ayam relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya.

“Kenaikan harga menjelang Galungan merupakan hal yang lumrah terjadi. Pola ini hampir selalu muncul karena meningkatnya permintaan masyarakat, terutama untuk komoditas bumbu dapur dan sayuran,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#harga bawang naik #disperindag tabanan #galungan #pasar tradisional #komoditas