Radarbadung.jawapos.com– Senin siang yang seharusnya berjalan biasa berubah menjadi mimpi buruk bagi NPIAP, 16, seorang siswi asal Denpasar.
Remaja tersebut pulang ke rumah dalam kondisi terluka setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua remaja perempuan.
Peristiwa itu membuat sang ayah, I Ketut Eka P, terkejut saat melihat putrinya tiba di rumah pada Senin sore (8/6/2026).
Korban mengalami mimisan, bibir pecah, dan mata kiri lebam akibat dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Menurut keterangan keluarga, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di kawasan Jalan Kalimutu, Monang-Maning, Kelurahan Tegal Harum, Denpasar Barat.
Korban diduga diserang secara bersama-sama oleh dua remaja perempuan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah.
Hidung korban mengeluarkan darah, bibir mengalami luka robek, dan mata kirinya membengkak hingga lebam.
Mengetahui kondisi putrinya, sang ayah berupaya mencari klarifikasi dengan mendatangi rumah pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Karena tidak menemukan penyelesaian dan khawatir terhadap kondisi anaknya, keluarga akhirnya memilih menempuh jalur hukum.
Laporan resmi pun dilayangkan ke Polresta Denpasar agar kasus tersebut dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/351/VI/2026/SPKT/POLRESTA DENPASAR/POLDA BALI, dua remaja perempuan dilaporkan atas dugaan tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan penyidik Polresta Denpasar.
Polisi tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari korban, saksi-saksi, serta pihak yang dilaporkan guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
"Kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara jelas peristiwa yang terjadi," ujar sumber keluarga korban kepada Radarbasung.jawapos.com, Kamis (11/6/2026).
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap laporan yang masuk dan akan berkoordinasi dengan penyidik yang menangani perkara tersebut.
"Laporannya akan kami cek terlebih dahulu ke unit yang menangani. Selanjutnya kami akan berkoordinasi untuk mengetahui perkembangan dan penanganannya," ujarnya.***
Editor : Donny Tabelak