Radarbadung.jawapos.com— Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax sempat memicu kekhawatiran masyarakat akan terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok, terlebih menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada 17 Juni dan 27 Juni 2026.
Namun, pemerintah memastikan dampaknya belum terasa secara nyata, dan ketersediaan barang tetap terjaga.
Hal ini disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali yang dipimpin Sekretaris Daerah Dewa Made Indra di Gedung Wiswa Sabha Utama, Rabu (10/6).
Ia menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengawasi ketersediaan dan kelancaran distribusi barang, mengingat permintaan kebutuhan dipastikan akan meningkat menjelang hari raya.
“Kami wajib menginformasikan bahwa stok kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Hal ini penting agar tidak terjadi kepanikan berbelanja atau penimbunan yang justru bisa memicu kelangkaan,” tegasnya.
Untuk memastikan pasokan lancar, Dewa Indra menekankan pentingnya kerja sama antarwilayah.
Sebagai contoh, Kabupaten Buleleng memiliki kelebihan stok yang cukup besar: cabai sebanyak 76,48 ton, bawang merah 145,93 ton, dan bawang putih 191,42 ton, jauh melebihi kebutuhan daerahnya sendiri.
Kelebihan ini nantinya dapat didistribusikan ke kabupaten lain yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menegaskan bahwa kenaikan harga Pertamax belum berpengaruh signifikan terhadap harga barang kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, dampak baru akan terasa jika BBM jenis Solar yang banyak digunakan untuk transportasi barang mengalami kenaikan.
“Selama ini yang naik hanya Pertamax. Kalau Solar belum berubah, maka dampak ke harga bahan pokok belum akan terasa,” jelasnya, Kamis (11/6).
Berdasarkan pemantauan lewat aplikasi SIGAPURA Bali, sebagian besar harga komoditas masih terkendali:
- Turun: Daging babi (-0,89%), daging ayam ras (-0,78%), minyak goreng (-0,16%), cabai merah besar (-5,29%), dan gula pasir (-0,82%).
- Stabil: Daging sapi has luar, ikan tongkol, dan tepung terigu.
- Naik: Bawang putih (+19,06%), kangkung (+7,2%), bawang merah (+5,02%), jeruk lokal (+2,06%), cabai rawit merah (+0,65%), dan telur ayam ras (+0,49%).
Meskipun ada beberapa komoditas yang naik harga seiring meningkatnya permintaan, Wiryanata memastikan kondisi keseluruhan masih dalam batas wajar.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang hingga masa perayaan hari raya tiba.***
Editor : Donny Tabelak