Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Rumah Dihantam Banjir dan Tembok Ambruk, Mahasiswa Undiksha Terseret Arus dan Tewas

Francelino Junior • Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:47 WIB
Tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah Ricardo Razaq Alghivieri yang terseret arus banjir. Ia ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan tertimbun pasir. (Foto Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng)
Tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah Ricardo Razaq Alghivieri yang terseret arus banjir. Ia ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan tertimbun pasir. (Foto Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng)

Radarbadung.jawapos.com— Banjir yang melanda wilayah Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (12/6) siang merenggut nyawa seorang pemuda.

Peristiwa itu terjadi akibat perubahan cuaca yang mendadak, di mana kondisi yang semula panas berubah menjadi hujan deras dalam waktu singkat.

Korban bernama Ricardo Razaq Alghivieri, 20, warga Kampung Kajanan, tepatnya di Perumahan Griya Mahadewa Blok A4, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.

Ia merupakan mahasiswa semester dua Program Studi Ilmu Komputer, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Menurut keterangan ibunya, Siti Sofana Syamsia, 43, kejadian bermula saat air banjir mulai naik.

Ricardo sempat keluar rumah untuk memperingatkan keluarganya dan meminta mereka tetap tenang serta masuk ke bagian yang aman.

Saat sang ibu melihat dinding rumah mulai retak, ia menyuruh anaknya keluar, namun Ricardo justru berusaha masuk ke dalam.

Belum sempat ia bergerak menjauh, tembok itu langsung ambruk.

Ricardo terpeleset, terperosok, dan langsung terseret arus air yang deras sekitar pukul 13.00 Wita. 

Sang ibu dan adiknya, Raffi Alief Alvaro, 13, yang melihat peristiwa itu segera berusaha menolong.

Raffi bahkan mengambil sebatang bambu untuk menjangkau Ricardo yang tangannya masih sempat terlihat, namun arus air terlalu kuat dan akhirnya membawa korban hanyut bersama sebagian bangunan rumah yang runtuh.

Pencarian segera dilakukan oleh warga sekitar, kemudian dilaporkan ke Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.

Tim gabungan yang terdiri dari petugas SAR, Polres Buleleng, dan BPBD Buleleng mulai melakukan penyisiran secara intensif sejak pukul 14.00 Wita, meliputi area sekitar lokasi kejadian hingga ke kawasan pinggir Pantai Penimbangan. 

Setelah air mulai surut, pencarian diperluas ke arah utara lokasi awal. Berdasarkan informasi warga, sekitar pukul 16.15 Wita korban ditemukan terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan tertimbun pasir di dalam saluran air, dengan hanya sebagian kaki dan kepalanya yang terlihat.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menyatakan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dan manual mengingat kondisi bangunan yang masih tidak stabil dan berisiko longsor kembali.

“Korban berhasil dikeluarkan sekitar pukul 17.05 Wita, lalu jenazah segera dibawa ke RSUD Buleleng untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.***

Editor : Donny Tabelak
#mahasiswa tewas #Undiksha Buleleng #hujan #terseret arus #banjir