Radarbadung.jawapos.com– Kebakaran hebat melalap satu blok bangunan usaha di Jalan Danau Poso Nomor 30, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, pada Minggu (14/6) sekitar pukul 13.50 WITA.
Sebanyak tiga tempat usaha yang saling berdempetan, yaitu Stumpys Bar, My Bar Sanur, dan Ayu Marsini Spa, mengalami kerusakan parah bahkan ludes terbakar.
Berdasarkan keterangan penyelidikan awal, api diduga bersumber dari dapur Stumpys Bar.
Saat itu, seorang karyawan bernama Eva Wani Manurung sedang memanaskan minyak goreng di atas kompor gas.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa minyak yang dipanaskan hingga suhu terlalu tinggi tiba-tiba memicu timbulnya kobaran api dari dalam wajan.
“Menurut keterangan saksi, ketika minyak sudah sangat panas, mendadak muncul api dari dalam wajan,” ujarnya, Senin (15/6).
Melihat keadaan itu, saksi berusaha memadamkan api dengan cara menutup wajan menggunakan kain basah sambil mematikan kompor.
Namun langkah tersebut justru memperparah situasi, karena kain yang digunakan ikut terbakar dan membuat kobaran api semakin membesar.
Dalam kepanikan, saksi segera berteriak meminta pertolongan.
Warga sekitar yang mendengar langsung datang membawa alat pemadam api ringan (APAR) dan berupaya menyemprotkan ke titik api.
Usaha itu sempat membuat kobaran mereda, namun setelah isi tabung APAR habis, api kembali membesar dan dengan cepat menyambar atap dapur.
Saksi lain bernama Seni Winda Sari mengaku awalnya hanya melihat asap tebal masuk ke dalam My Bar Sanur.
Saat dicek, api masih dalam skala kecil dan sedang diusahakan dipadamkan oleh dua karyawan Stumpys Bar.
Namun hanya berselang sekitar sepuluh menit, api berkembang menjadi sangat besar dan membakar hampir seluruh bangunan.
Para pekerja sempat berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diamankan sebelum api akhirnya menjalar ke bangunan sebelahnya, yaitu Ayu Marsini Spa.
Menyikapi kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar segera menerjunkan delapan unit mobil pemadam ke lokasi.
Setelah berjuang selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan seluruh kobaran api sekitar pukul 15.20 WITA.
Pihak kepolisian turun ke tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan awal dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Diduga, keberadaan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti alkohol di lingkungan usaha, ditambah letak bangunan yang berdempetan, menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api.
“Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan cukup besar dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh para pemilik usaha,” tutup Iptu Adi.***
Editor : Donny Tabelak