Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Gen Z Muda di Tabanan Sukses Bertani Organik, Raup Cuan Lewat Cara Modern

Marsellus Nabunome Pampur • Selasa, 16 Juni 2026 | 14:18 WIB
Ni Putu Meilanie Ary Sandi, petani muda generasi Z asal Baturiti, Tabanan, yang sukses mengembangkan usaha pertanian organik dengan pendekatan modern. (Istimewa)
Ni Putu Meilanie Ary Sandi, petani muda generasi Z asal Baturiti, Tabanan, yang sukses mengembangkan usaha pertanian organik dengan pendekatan modern. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Profesi sebagai petani kerap kurang diminati oleh generasi muda saat ini.

Namun hal itu tidak berlaku bagi Ni Putu Meilanie Ary Sandi, gadis berusia 23 tahun yang masuk dalam generasi Z.

Berbeda dengan teman-teman sebayanya yang banyak memilih bekerja di perkantoran, ia justru menekuni dunia pertanian dan meneruskan usaha yang ditekuni ayahnya.
 
Mengelola lahan yang cukup luas di wilayah Baturiti, Tabanan, Meilanie membudidayakan berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran hingga buah-buahan.

Baginya, sektor pertanian menyimpan peluang usaha yang menjanjikan jika dikelola dengan cara yang tepat.
 
Sebelumnya, Meilanie mengaku tidak pernah terbayang akan menjadi petani.

Ia hanya fokus menempuh pendidikan dan menjalani kehidupan seperti anak muda pada umumnya.

Perubahan itu terjadi sekitar tahun 2020, saat pandemi COVID-19 melanda dan membuka pandangannya terhadap potensi pertanian.
 
“Saat itu saya mulai turun ke lahan dan mencoba menanam berbagai jenis sayuran. Dari situ saya sadar, ternyata bertani itu menyenangkan dan tidak selamanya identik dengan pekerjaan yang kotor dan melelahkan,” ujarnya.
 
Dalam menjalankan usahanya, Meilanie menerapkan sistem pertanian organik dengan memanfaatkan pupuk buatan sendiri.

Cara ini dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas hasil panen agar tetap sehat dan aman dikonsumsi.
 
Sebagai anak muda, ia juga memanfaatkan keunggulan teknologi dalam menjalankan usahanya.

Pemasaran hasil tani dilakukan secara luas melalui media sosial dan platform daring, sehingga jangkauan pembeli semakin meluas.

Bahkan untuk urusan transaksi keuangan, ia mengandalkan layanan digital agar lebih praktis dan efisien.
 
“Saya menggunakan BRImo untuk seluruh kebutuhan transaksi. Fitur-fiturnya sederhana dan sangat memudahkan operasional usaha. Saya berharap ke depannya perbankan seperti BRI dapat terus memberikan dukungan yang lebih luas bagi para petani,” tambahnya.
 
Sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyatakan bahwa sektor pertanian dan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
“BRI berkomitmen terus mendampingi petani dan pelaku usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Dukungan diberikan tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga melalui pelatihan, digitalisasi usaha, hingga perluasan akses pasar agar mereka semakin tangguh bersaing,” tegas Hery.***

Editor : Donny Tabelak
#petani sayur #Gen Z #generasi muda #tabanan #organik