Radarbadung.jawapos.com– Suasana perhelatan Piala Dunia terasa sangat kental di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Di Banjar Kebon, warga terlihat antusias menghias lingkungan dengan memasang puluhan bendera negara peserta turnamen tersebut di sepanjang jalan utama hingga di halaman rumah warga.
Inisiatif ini dilakukan secara gotong royong oleh sekaa teruna atau kelompok pemuda setempat.
Berbagai jenis bendera dipasang dalam beragam ukuran, mulai dari ukuran sedang hingga yang berukuran besar.
Secara keseluruhan, tercatat ada sekitar 64 bendera yang mewakili 32 negara peserta Piala Dunia.
Warna-warni bendera tersebut menciptakan pemandangan yang menarik dan semarak, serta menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengguna jalan yang melintas.
Menurut keterangan warga, tradisi memasang bendera ini sudah berlangsung sejak gelaran Piala Dunia tahun 2018 lalu.
Kebiasaan serupa juga diulang ketika ada turnamen besar lain seperti Piala Eropa.
Selain menjadi hiasan, kegiatan ini juga dimaknai sebagai bentuk dukungan terhadap negara yang diharapkan menjadi juara sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Kelian Dinas Banjar Kebon, Agus Krisna Amertha Yoga, menjelaskan bahwa kegiatan ini murni lahir dari kreativitas dan kesukarelaan generasi muda setempat.
“Sejak dulu, pemuda di sini selalu antusias menyambut perhelatan akbar seperti Piala Dunia. Dari semangat itulah muncul ide untuk menghias lingkungan dengan memasang bendera negara peserta. Semua dilakukan secara sukarela dan tanpa ada paksaan,” ujarnya, Kamis (18/6).
Ia menambahkan, penataan bendera dilakukan secara dinamis mengikuti jalannya kompetisi.
Negara-negara yang gugur pada tahap penyisihan atau babak selanjutnya akan diturunkan dan disesuaikan, sehingga tampilan tetap relevan dengan perkembangan pertandingan.
Setelah turnamen berakhir, bendera akan diturunkan dan disimpan kembali untuk digunakan di kesempatan mendatang.
Uniknya, semangat menghias lingkungan ini juga terlihat pada momen-momen penting lainnya.
Ketika perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tiba, bendera-bendera tersebut akan diturunkan dan diganti dengan bendera Merah Putih yang dipasang secara serentak dan semarak.
“Intinya, ini semua bertujuan untuk kebersamaan dan hiburan warga. Kami ingin menjaga tradisi positif yang bisa menyatukan seluruh elemen masyarakat di banjar ini,” pungkasnya. ***