Radarbadung.jawapos.com– Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan penyelesaian perbaikan seluruh ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan pada tahun 2026.
Hingga saat ini, dari total panjang jalan kabupaten mencapai 871,998 kilometer, tersisa sekitar 35,5 kilometer atau setara 4,08 persen yang masih dalam kondisi rusak berat.
Sisanya, sepanjang 836,412 kilometer atau 95,92 persen sudah berstatus dalam kondisi mantap.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, menyatakan perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, terutama pada ruas yang berfungsi sebagai penghubung antarwilayah.
“Perbaikan jalan kabupaten menjadi fokus kami, khususnya yang menghubungkan antar-kecamatan. Kegiatan ini sudah dimulai sejak awal tahun 2026,” ujarnya, Rabu (17/6).
Untuk menuntaskan pekerjaan tersebut, Pemkab Tabanan menyiapkan anggaran sebesar Rp26,3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan.
Sejumlah ruas jalan yang tengah dikerjakan antara lain rekonstruksi Simpang Beraban–Munggu–Pantai Nyanyi sepanjang 1,7 kilometer yang sudah selesai dikerjakan.
Berikutnya, ruas Simpang Tangguntiti–Pantai Beraban sepanjang 2,5 kilometer, Simpang Gadungan–Gunung Salak di Selemadeg Timur sepanjang 2,1 kilometer, serta ruas Bolangan–Dadia sepanjang 1 kilometer.
Pekerjaan juga dilakukan pada akses menuju RPH Gubug sepanjang 0,5 kilometer dan pemeliharaan jalan di Banjar Dukuh, Desa Tiying Gading sepanjang 0,8 kilometer.
“Sebagian pekerjaan sudah selesai, sebagian lainnya masih dalam proses pengerjaan,” jelasnya.
Selain perbaikan jalan, Pemkab Tabanan juga menangani dua jembatan yang rusak akibat bencana banjir, yaitu Jembatan Tukad Yeh Ngigih di Selemadeg Timur dan Jembatan Tukad Cau Belayu di Kecamatan Marga.
Untuk pembangunannya, dialokasikan dana masing-masing Rp9,6 miliar dan Rp6,4 miliar.
Pengerjaan kedua jembatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.***
Editor : Donny Tabelak