Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Gawat! Kasus Rabies di Jembrana Meningkat, Anjing Positif Rabies Gigit Tiga Warga Termasuk Balita  

Muhammad Basir • Selasa, 23 Juni 2026 | 08:54 WIB
Ilustrasi, anjing menggigit bocah perempuan di Karangasem hingga meninggal. Diduga anjing terinfeksi penyakit rabies.
Ilustrasi, anjing rabies menggigit warga di Jembrana, Bali. (Fot dok radarbadung.jawapos.com) 

Radarbadung.jawapos.com– Kasus rabies di Kabupaten Jembrana terus menunjukkan peningkatan.

Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, tercatat sebanyak 39 kasus positif.

Terbaru, seekor anjing yang menyerang tiga warga di Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, dipastikan terjangkit rabies berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menyampaikan bahwa pihaknya memeriksa dua sampel dari lokasi berbeda.

“Satu sampel dari Desa Tegalbadeng Timur hasilnya positif rabies, sedangkan satu sampel lainnya dari Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, dinyatakan negatif,” jelasnya.

Menyikapi temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana segera mengambil langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus.

Tim penanganan akan melaksanakan vaksinasi darurat serta eliminasi selektif terhadap hewan penular rabies dalam radius 1 hingga 2 kilometer dari lokasi kejadian.

“Eliminasi selektif dilakukan hanya atas dasar koordinasi dan permintaan resmi dari pihak desa setempat,” tegas Sugiarta.

Selain penanganan darurat, upaya jangka panjang melalui vaksinasi massal terus digenjot.

Hingga saat ini, capaian vaksinasi baru mencapai sekitar 20 persen atau hampir 9.000 ekor, dari perkiraan total populasi anjing di Jembrana yang mencapai 40.400 ekor.

“Sisa target sekitar 32.000 ekor akan dikejar secara masif pada bulan Juli hingga Agustus mendatang. Stok vaksin aman karena mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali, dan pelaksanaannya juga melibatkan tenaga dokter hewan swasta,” tambahnya.

Sebelumnya, anjing jantan berwarna cokelat berusia sekitar tiga tahun itu diketahui telah menggigit tiga warga di lingkungan Banjar Tangi.

Dua di antaranya adalah anak berusia di bawah lima tahun.

Kejadian pertama menimpa Nara (4 tahun) dan Husein (5 tahun) pada Minggu (14/6).

Sehari kemudian, tepatnya Senin malam (15/6), anjing yang sama menyerang kembali dan menggigit Sodikun (47 tahun) saat sedang menghadiri acara syukuran malam satu suro.

“Anjing itu tiba-tiba menyerang dari belakang. Meskipun tidak sampai berdarah, kaki saya terasa lebam dan bengkak,” ungkap Sodikun.

Keesokan harinya, Selasa pagi (16/6), hewan tersebut ditemukan mati di pinggir jalan tak jauh dari lokasi kejadian.

Berdasarkan ciri peristiwa dan kondisi hewan, petugas menduga kuat itu adalah kasus rabies, sehingga sampel otak segera diambil untuk diuji.

Sementara itu, ketiga korban telah mendapatkan penanganan medis dan suntikan Vaksin Anti Rabies di Puskesmas setempat.***

Editor : Donny Tabelak
#vaksin rabies #balita #jembrana #anjing rabies