Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

33 Kali Gangguan Akibat Layang-Layang, PLN Minta Masyarakat Terbangkan di Lokasi Aman

I Wayan Widyantara • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:26 WIB
Ilustrasi, petugas dari PLN memperbaiki jaringan listrik. Warga di Nusa Penida keluhkan pemadam listrik yang terus terjadi.
Petugas dari PLN memperbaiki jaringan listrik. Musim layang-layang, PLN mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi aman dan menjauhi jaringan listrik agar terhindar dari risiko gangguan dan bahaya sengatan listrik.(Sok Radarbadung.jawapos.com) 

Radarbadung.jawapos.com– Menyambut musim layang-layang yang berlangsung mulai April hingga September setiap tahunnya, PT PLN (Persero) mempergiat sosialisasi dan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat Bali.

Langkah ini diambil untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mencegah risiko gangguan dan bahaya yang bisa ditimbulkan jika layang-layang terbang di sekitar jaringan listrik.

Berdasarkan catatan PLN UP2D Bali, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sudah terjadi 33 kali gangguan jaringan listrik yang disebabkan oleh layang-layang.

Sebanyak 30 di antaranya terjadi pada periode Mei hingga Juni, bersamaan dengan meningkatnya aktivitas warga bermain layang-layang saat musim angin dan libur sekolah.

Team Leader K3L PLN UP2D Bali, Ari Hidayanto, menjelaskan bahwa meskipun bermain layang-layang merupakan tradisi yang positif bagi masyarakat, aktivitas ini memiliki risiko tinggi jika dilakukan terlalu dekat dengan saluran listrik.

“Layang-layang yang tersangkut di jaringan distribusi maupun transmisi tidak hanya bisa memutus pasokan listrik, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan,” tegasnya.

Melalui edukasi yang dilakukan, PLN mengingatkan masyarakat untuk menerbangkan layang-layang di lokasi yang aman dan jauh dari jaringan listrik.

Selain itu, warga juga diminta untuk tidak menggunakan benang atau bahan yang dapat menghantarkan listrik, serta tidak membiarkan layang-layang terbang hingga malam hari.

Jika ada layang-layang yang tersangkut di kabel listrik, masyarakat dilarang mengambilnya sendiri dan diminta segera melapor ke petugas.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menyatakan peningkatan gangguan dalam dua bulan terakhir menjadi perhatian khusus.

“Kami mengajak masyarakat agar tetap menjaga tradisi ini, tetapi tetap memperhatikan aturan keamanan. Kerja sama warga sangat dibutuhkan agar pasokan listrik tetap lancar dan aman untuk semua,” ujarnya.

Selain sosialisasi, PLN juga rutin melakukan patroli dan pemeriksaan jaringan, terutama di wilayah yang berpotensi tinggi mengalami gangguan akibat layang-layang.

Masyarakat diminta segera melaporkan kejadian jika ditemukan layang-layang tersangkut di kabel listrik melalui aplikasi PLN Mobile, layanan kontak 123, kantor PLN terdekat, atau akun media sosial resmi PLN.***

Editor : Donny Tabelak
#pln bali #jaringan listrik #layang layang