Radarbadung.jawapos.com– Jumlah kasus anjing positif rabies di Kota Denpasar hingga pertengahan tahun 2026 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Denpasar, hingga Kamis (25/6) baru tercatat empat ekor anjing yang dinyatakan positif rabies.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2025, yang hingga bulan Mei saja sudah menemukan 10 ekor anjing terjangkit virus mematikan tersebut.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, menyebutkan penurunan ini tidak terlepas dari semakin gencarnya pelaksanaan program vaksinasi rabies di seluruh wilayah kota.
Hingga 24 Juni 2026, sebanyak 39.074 ekor anjing telah mendapatkan vaksinasi, atau setara dengan 46,31 persen dari target yang ditetapkan.
Secara keseluruhan, populasi anjing di Denpasar saat ini diperkirakan mencapai 84.369 ekor.
Meski hasilnya cukup menggembirakan, Suparmi mengakui masih ada tantangan dalam pengendalian rabies, terutama terkait keberadaan anjing liar.
Hewan ini sulit dijangkau, memiliki pergerakan yang luas, dan berpotensi menjadi sumber penyebaran virus jika tidak terawasi.
Untuk mengatasi hal itu, Dinas Pertanian terus memperkuat strategi melalui pendekatan jemput bola atau vaksinasi langsung ke rumah warga.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus ditingkatkan agar pemilik hewan bertanggung jawab memastikan anjing peliharaannya mendapatkan vaksin secara rutin.
Masyarakat pun diimbau segera melapor jika menemukan kasus gigitan hewan penular rabies serta menghindari kontak langsung dengan anjing liar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta, menambahkan ada sejumlah kebiasaan warga yang perlu diubah guna mencegah risiko gigitan dan penyebaran rabies.
Salah satunya adalah kebiasaan memberi makan anjing di tempat keramaian seperti di depan warung atau area umum.
“Kita diminta tidak memberi makan anjing di tempat berkumpulnya masyarakat. Kita harus memahami sifat hewan ini agar tidak memicu reaksi yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak membuang anak anjing ke pantai atau tempat-tempat sepi.
Kebiasaan itu justru akan melahirkan populasi anjing liar yang tidak terawasi, sehingga berisiko menyebarkan penyakit rabies ke lingkungan sekitar.***
Editor : Donny Tabelak