Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Dandim 1619/Tabanan Targetkan 9 Titik Koperasi Desa Merah Putih Tuntas Juli 2026, Kendala Utama Soal Luas Lahan

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:45 WIB
Komandan Distrik Militer 1619/Tabanan, Letkol Inf Muhamad Arifianto.(Foto Juliadi)
Komandan Distrik Militer 1619/Tabanan, Letkol Inf Muhamad Arifianto.(Foto Juliadi)

Radarbadung.jawapos.com– Komandan Distrik Militer (Dandim) 1619/Tabanan, Letkol Inf Muhamad Arifianto, menargetkan sembilan titik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya dapat selesai dibangun dan beroperasi penuh pada akhir Juli 2026 mendatang.

Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian desa.

Dari sembilan lokasi tersebut, tiga di antaranya telah rampung dibangun dan sudah mulai melayani warga, yakni di Desa Petiga, Desa Perean (Kecamatan Baturiti), serta Desa Penatahan (Kecamatan Penebel).

Enam lokasi lainnya masih dalam tahap pembangunan, yaitu di Desa Buruan, Desa Riang Gede, Desa Tengkudak, Desa Gunung Salak, Desa Buwit, dan Desa Kebon Padangan.

“Target kami akhir bulan Juli ini, kesembilan titik itu selesai seluruhnya dan bisa beroperasi seratus persen,” ujar Arifianto usai menghadiri sidang di DPRD Tabanan, Kamis (25/6).

Secara keseluruhan, Kabupaten Tabanan memiliki 133 desa. Menurut rencana, seluruh wilayah tersebut akan dibangunkan KDMP secara bertahap.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepala desa, camat, dan pemerintah daerah untuk mencari lokasi yang sesuai, sebelum diajukan ke jenjang lebih tinggi guna proses persetujuan.

Salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaannya adalah ketersediaan lahan.

Syarat yang ditetapkan pemerintah pusat mengharuskan luas lahan minimal 10 are, dengan rincian 6 are untuk bangunan dan sisanya untuk area parkir.

Di Tabanan, sebagian besar lahan yang tersedia masih di bawah ukuran yang dipersyaratkan.

“Ada lahan yang ditawarkan, namun luasnya belum memenuhi ketentuan. Itu yang menjadi tantangan kami saat ini,” jelasnya.

Dari sisi peralatan dan perlengkapan, semuanya disiapkan langsung oleh pemerintah pusat, mulai dari rak penyimpanan barang, kendaraan pengangkut seperti truk dan mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga.

Sementara untuk pengelolaan, meskipun ada pendampingan dari tenaga pusat, pengisian tenaga kerja lebih diprioritaskan bagi warga desa setempat.

Arifianto menegaskan komitmen pihaknya agar seluruh desa di Tabanan memiliki KDMP paling lambat pada tahun depan.

“Kami terus berupaya agar 133 desa di Tabanan bisa memiliki fasilitas ini dan tuntas dibangun tepat waktu, mengingat ini adalah program prioritas Presiden,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#kodim 1619/tabanan #desa #Koperasi Merah Putih #presiden prabowo subianto