Tiga Dapur Belum Aktif, Satu Sekolah Belum Tersentuh Program
Radarbadung.jawapos.com– Menyusul terungkapnya kasus dugaan korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat sejumlah pejabat Badan Gizi Nasional (BGN), Kabupaten Tabanan menegaskan belum ada kebijakan penghentian operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Saat ini tercatat ada 38 unit SPPG yang telah dibangun dan tersebar di 10 kecamatan se-Tabanan.
Koordinator SPPG Wilayah Tabanan, Putu Mitha Aryasita, menyatakan hingga saat ini kegiatan tetap berjalan seperti biasa.
“Belum ada instruksi penghentian maupun pengurangan jumlah dapur. Kami masih menunggu arahan resmi dari BGN pusat,” ujar Mitha saat ditemui, Rabu (1/7).
Dari total 38 SPPG tersebut, tiga unit di antaranya belum dapat beroperasi.
Ketiganya berlokasi di Kecamatan Marga, Kerambitan (Penarukan), dan Penebel. Penyebabnya adalah masih menunggu pencairan dana operasional.
Selain itu, meski program sudah berjalan, masih ada satu sekolah yang belum mendapatkan layanan MBG, yaitu SDN 1 Mundeh Kauh di Kecamatan Selemadeg Barat.
Kendalanya adalah jarak lokasi yang cukup jauh dari dapur SPPG, sehingga menyulitkan proses pendistribusian makanan.
Secara keseluruhan, program ini sudah menjangkau sekitar 85.000 siswa dari total kurang lebih 90.000 peserta didik di Tabanan.
Artinya, masih ada sekitar 10–20 persen siswa yang belum menerima layanan.
Program ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.
Ke depannya, direncanakan setiap kecamatan dapat memiliki maksimal enam unit SPPG, namun pelaksanaannya tetap menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.
Untuk jadwal operasional, layanan MBG mengikuti kalender pendidikan.
Kegiatan sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah dan dijadwalkan kembali berjalan mulai 13 Juli mendatang.***
Editor : Donny Tabelak