Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Polres Tabanan Terapkan Sistem Satu Pintu Jalur Pendakian Gunung Batukaru, Prajuru Pura Sambut Positif

Juliadi Radar Bali • Rabu, 8 Juli 2026 | 07:36 WIB
Bendesa Adat Wangaya Gede sekaligus pengurus Pura Luhur Batukaru, I Ketut Sucipto.(Foto Juliadi) 

 
Bendesa Adat Wangaya Gede sekaligus pengurus Pura Luhur Batukaru, I Ketut Sucipto.(Foto Juliadi)   

Radarbadung.jawapos.com– Rencana Polres Tabanan untuk memperketat pengelolaan jalur pendakian Gunung Batukaru melalui sistem satu pintu disambut positif oleh pihak Prajuru Pura Luhur Batukaru.

Langkah ini dinilai mampu menekan angka kejadian pendaki yang tersesat, hilang, hingga meninggal dunia di kawasan tersebut.

Bendesa Adat Wangaya Gede sekaligus pengurus Pura Luhur Batukaru, I Ketut Sucipto, menyatakan dukungannya atas rencana penerapan sistem satu pintu tersebut demi keselamatan bersama.

Pihaknya sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan pentingnya aturan pendakian sejak beberapa tahun silam.

“Kami tidak melarang warga melakukan aktivitas pendakian di Gunung Batukaru. Namun bagaimanapun juga, kebebasan itu ada batasnya,” ujar Sucipto saat dikonfirmasi Selasa (7/7).

Ia menekankan, setiap pendaki tidak hanya menikmati keindahan alam sekehendak hati, melainkan wajib menghormati status Gunung Batukaru sebagai kawasan suci.

Pengawasan ketat dinilai sangat penting karena insiden fatal masih terus berulang meski berbagai peringatan telah sering disampaikan sebelumnya.

“Bukan melarang, ikuti saja aturannya,” tegasnya.

Menurutnya, menjaga sikap dan perilaku selama mendaki adalah kewajiban mutlak yang harus dipatuhi setiap orang.

Penerapan akses satu pintu dianggap sebagai solusi tepat untuk memudahkan pemantauan arus keluar-masuk pendaki.

“Bagus sekali kalau memang ke depannya diterapkan sistem satu pintu. Pasti akan memudahkan pengawasan,” ungkapnya.

Selain pertimbangan keselamatan, dukungan ini juga sejalan dengan pesan spiritual yang diterima pihaknya saat rangkaian upacara Pujawali pada hari suci Galungan belum lama ini.

Sucipto mengungkapkan adanya momen di mana disampaikan peringatan khusus terkait keselamatan di kawasan gunung tersebut.

“Bukan kami yang memohon, secara langsung Beliaulah yang menyampaikan hal tersebut, mengingat seringnya terjadi kasus pendaki hilang, tersesat, hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Pesan itulah yang semakin memperkuat keyakinan pihak Prajuru agar aturan pendakian segera ditertibkan kembali.

“Selain sistem satu pintu, kami juga mendorong agar setiap aktivitas pendakian wajib didampingi pemandu lokal. Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan adat serta standar keselamatan teknis,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#pura luhur Batukaru #gunung batukaru #Pendaki Tersesat #Polres Tabanan