Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Bangli Tancap Gas Terapkan AI di Sekolah, 1.000 Guru Deklarasi Siap Bertransformasi

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:03 WIB
Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar sosialisasi pemanfaatan AI pada smartboard (Interactive Flat Panel/IFP) bagi kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bangli di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB), Kantor Bupati Bangli, Rabu (8/7) kemarin. (Istimewa)
Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar sosialisasi pemanfaatan AI pada smartboard (Interactive Flat Panel/IFP) bagi kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bangli di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB), Kantor Bupati Bangli, Rabu (8/7) kemarin. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Kabupaten Bangli mendapat dukungan besar dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi dengan menerima 250 unit smartboard sebagai bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penerapan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan. 

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar sosialisasi pemanfaatan AI pada smartboard (Interactive Flat Panel/IFP) bagi kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bangli di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB), Kantor Bupati Bangli, Rabu (8/7).

Kegiatan yang dihadiri Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menghadirkan Konsultan Government Technology (GovTech), Putu Sudiarta, sebagai narasumber.

Momentum tersebut juga ditandai dengan deklarasi sekitar 1.000 guru yang menyatakan kesiapan mengadopsi teknologi AI dalam proses belajar mengajar.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.

"Teknologi AI tidak diperkenalkan untuk menggantikan peran guru, tetapi sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas mengajar. Integrasi AI di sekolah diharapkan mampu meningkatkan kecerdasan dan kreativitas siswa sekaligus menjadi pendorong kemajuan Kabupaten Bangli di era digital," ujarnya.

Menurutnya, penerapan sistem tersebut juga memungkinkan pemerintah memantau pemanfaatan teknologi secara real time dan transparan.

Dengan demikian, pemerintah tidak hanya mengetahui jumlah perangkat yang telah disalurkan, tetapi juga dapat mengukur tingkat pemanfaatannya oleh sekolah, guru, dan siswa.

Sedana Arta menambahkan, deklarasi 1.000 guru merupakan awal dari transformasi pendidikan berbasis teknologi di Bangli.

"Deklarasi ini bukan akhir dari program, melainkan titik awal. Dengan komitmen pemerintah daerah dan kesiapan para guru, inovasi masa depan dapat diwujudkan mulai dari ruang kelas hari ini," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#bupati bangli #artificial intelligence #pendidikan #ai #presiden prabowo subianto