Radarbadung.jawapos.com– Memasuki musim kemarau panjang pada bulan Juli ini, sejumlah petani di Kabupaten Tabanan mulai beralih menanam tanaman palawija.
Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan pasokan air irigasi yang membuat lahan sawah tidak memungkinkan untuk ditanami padi.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Tabanan, tercatat sebanyak 14 subak yang tersebar di tujuh desa telah mulai melakukan penanaman palawija, salah satunya jagung.
Wilayah yang paling awal melaksanakan perubahan pola tanam ini berada di Kecamatan Selemadeg Timur, meliputi Desa Beraban, Desa Tanguntiti, dan Desa Megati.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Pradnyana, menjelaskan pergeseran ini merupakan langkah adaptif petani menghadapi kondisi cuaca.
"Total luas lahan yang sudah ditanami palawija hingga saat ini mencapai sekitar 1.243 hektare," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (9/7).
Dijelaskannya, pilihan jatuh pada palawija karena jenis tanaman ini relatif lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan padi.
Saat ini, para petani di wilayah tersebut sudah memasuki tahap aktif masa tanam.
Pergeseran pola tanam ini dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian tetap berjalan meski di tengah kondisi air yang terbatas.
"Kami dari Dinas Pertanian Tabanan terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada petani, agar peralihan ke tanaman palawija dapat berjalan optimal dan tetap memberikan hasil yang baik bagi masyarakat tani," tegas Pradnyana.
Sebagai dukungan, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan benih pada tahun 2026 berupa 23 ton benih padi hibrida serta 2.325 kilogram bibit jagung.
Bantuan bibit jagung tersebut cukup untuk menggarap lahan seluas 155 hektare, yang disalurkan ke beberapa subak antara lain:
- Subak Serampingan, Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg: 450 kg untuk 30 hektare
- Subak Gede Mambang, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur: 1.275 kg untuk 85 hektare
- Subak Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan: 600 kg untuk 40 hektare
Penyaluran bantuan ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah untuk mendukung produktivitas serta keberlanjutan sektor pertanian di tingkat subak.***
Editor : Donny Tabelak